Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mahasiswa Meninggal di Kamar Kos, Derita Lambung Kronis Tahunan

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 9 Februari 2023 | 03:00 WIB
PEMBATAS: Petugas memasang police line di rumah kos tempat meninggalnya Agus Dwi Prasetyo kemarin pagi (7/1).(POLSEK LOWOKWARU FOR RADAR MALANG)
PEMBATAS: Petugas memasang police line di rumah kos tempat meninggalnya Agus Dwi Prasetyo kemarin pagi (7/1).(POLSEK LOWOKWARU FOR RADAR MALANG)
 

MALANG KOTA - Mahasiswa kampus negeri meninggal di kamar kos, Lowokwaru Kota Malang. Korban bernama Agus Dwi Prasetyo, 22.

Bau busuk yang menyengat pun tercium dari rumah kos Jalan Simpang Remujung, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, 7 Februari 2023.

Saat diperiksa, Agus yang penghuni salah satu kamar di lantai dua rumah kos itu sudah tidak bernyawa. Diperkirakan korban sudah meninggal selama tiga hari.

Pemuda asal Kabupaten Blitar tersebut tercatat sebagai mahasiswa semester enam jurusan sejarah sebuah perguruan tinggi negeri  (PTN) di Kota Malang.

Dia ditemukan sekitar pukul 10.00 dalam posisi telentang di kamar tidurnya.

”Kondisi jenazah sudah mulai membusuk. Keluar cairan dengan bau yang sangat menyengat. Diperkirakan sudah meninggal tiga hari sebelum ditemukan,” kata Kapolsek Lowokwaru AKP Anton Widodo kepada Jawa Pos Radar Malang.
Baca Juga : Balap Liar di Jalan Cililwung Dibubarkan, 28 'Jagoan' Terjaring Razia.

Polisi dan tim medis datang ke lokasi kejadian sekitar lima menit setelah menerima laporan.

Bersama relawan, mereka melakukan evakuasi dari jendela luar. Sebab pintu kamar tersebut terkunci dari dalam.

Mantan Wakasat Reskoba Polres Malang itu menjelaskan, Agus diketahui tak bernyawa oleh penjaga kos yang menemani kedua orang tua korban.

”Sejak empat hari lalu orang tua korban menelepon, tapi tak ada respons. Karena khawatir, akhirnya mereka datang ke Malang,” ungkap Anton.

Menurut penjaga rumah kos, Agus masih tampak beraktivitas pada Sabtu pagi (4/2). Saat itu dia menghampiri penjaga kos dan mengatakan bahwa gas elpiji di dapur bersama telah habis.

Agus meminta tabung gas itu segera diganti. Setelah itu dia kembali masuk ke dalam kamar.

Selama dilakukan olah TKP dan pemeriksaan awal, polisi tidak melihat adanya luka yang mencurigakan di tubuh korban.

Dari keterangan sejumlah saksi, korban diduga meninggal karena sakit yang menahun.

”Penyakit lambung kronis. Itu juga yang dijelaskan pihak keluarga korban,” ujar Anton.

Pukul 10.30, jenazah dibawa ke Unit Forensik RSSA untuk menjalani visum et repertum. (biy/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##mahasiswameninggalusaidiklat ##mahasiswatewas ##mahasiswameninggal #gibran