Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kesetrum, Dua Karyawan Pabrik Tali Meninggal, Ini Kronologi Lengkapnya

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 6 April 2023 | 18:00 WIB
TAK TERTOLONG: Tim medis mengevakuasi salah seorang karyawan pabrik tali strapping yang tersengat listrik pada Selasa malam (4/4).(ISTIMEWA)
TAK TERTOLONG: Tim medis mengevakuasi salah seorang karyawan pabrik tali strapping yang tersengat listrik pada Selasa malam (4/4).(ISTIMEWA)
 

MALANG KOTA – Dua karyawan pabrik tali strapping PT Nitradi Wahyu Cemerlang kesetrum. Mereka akhirnya meninggal dunia.

Peristiwa terjadi Selasa malam (4/4). Korban kesetrum saat memperbaiki pompa rusak di pabrik kawasan Blimbing Kota Malang.

Dua korban jiwa itu adalah Arif Dwi Prasetyo dan Achmad Shofiq Efendy. Arif merupakan warga Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Sementara Shofiq adalah warga Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Usia keduanya masih di kisaran kepala dua.

Ada dugaan mereka tersengat listrik karena peralatan keselamatan yang digunakan kurang memadai. Selain itu, di lokasi tersebut banyak genangan air yang meluber dari tandon.

Polisi sudah mendatangi pabrik tersebut dan memasang police line di lokasi kejadian. Mereka telah meminta keterangan dari beberapa saksi tentang kronologi.
Baca Juga : Satu Pemuda Tewas Kesetrum, Ini Kronologinya.

Petugas pun tuntas menyelidiki kondisi peralatan yang digunakan korban. Kapolsek Blimbing Kompol Danang Yudanto mengungkapkan kronologi hasil penyelidikan.

Musibah itu terjadi sekitar pukul 18.45. Awalnya Arif berusaha memperbaiki pompa air.

Tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat lantaran tersengat listrik. Shofiq yang saat itu berada di dekat Arif berusaha member pertolongan.

”Namun dia malah ikut tersengat listrik,” terangnya. Di dalam ruangan itu juga ada karyawan lain yang bernama Mansyur.

Dia pun mengetahui dua rekannya tak lagi bergerak akibat tersengat listrik. Sehingga, dia lebih hati-hati dalam memberi pertolongan.

Dia menarik baju kedua rekannya itu agar tidak ikut terkena aliran listrik. Upayanya ini berhasil. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Mansyur pun meminta tolong kepada teman-temannya. Saksi mata bernama M. Alfan pun menanggapi teriakan minta tolong itu.

Mereka kemudian membawa kedua korban ke RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) menggunakan dua ambulance.

”Pada saat di perjalanan keduanya masih hidup. Mereka baru dinyatakan meninggal dunia pukul 20.00 saat menjalani perawatan,” sambung Danang.

Sementara itu, Mansyur mengaku masih syok saat dihubungi Jawa Pos Radar Malang kemarin pagi, Rabu (5/4).

Dia hanya bisa menceritakan bahwa Arif dan Shofiq sudah menggunakan alat pelindung diri yang biasa digunakan saat bekerja.

”Kemudian untuk mencegah air masuk ke dalam motor pompa, mereka menggunakan plastik,” kata Mansyur singkat. (mel/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##malangkipa ##beritamalang #radarmalang ##wisatamalang ##kulinermalang ##jawaposradarmalang #malang ##mediaonlinemalang #kotamalang ##beritamalanghariini ##mahasiswamalang