MALANG KABUPATEN – Pesta minuman keras (miras) oplosan yang dilakukan enam pemuda di Dusun Leses, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso Senin lalu (8/5) membawa petaka. Dua peserta pesta itu menjemput ajal pada Selasa petang (9/5). Dua orang lainnya dalam kondisi koma hingga kemarin (10/5). Sementara dua sisanya sedang menjalani perawatan di rumah.
Kapolsek Karangploso Iptu Bambang Subinanjar mengatakan tidak ada laporan yang masuk ke kepolisian tentang kejadian tersebut. Namun pihaknya tetap melakukan penyelidikan. Mulai dari memasang garis polisi di lokasi pesta miras, menggali keterangan dari masyarakat, hingga memeriksa sisa miras yang ditemukan.
Berdasar data yang dikumpulkan kepolisian, enam orang yang pesta miras itu berinisial AS, AF, SP, HN, DK, dan AG. Rata-rata usianya sekitar 30 tahun. Mereka minum di pinggir tikungan jalan ke arah makam Dusun Leses, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso.
”Mulai minum sekitar pukul 16.00. Menghabiskan sekitar dua botol. Untuk jenis minuman kerasnya masih dalam proses penyelidikan kepolisian,” Bambang.
Selasa pagi, enam laki-laki itu merasa masih baik-baik saja. Masalah mulai terasa pada Selasa sore. Menjelang magrib, AF dan AS mengeluh sesak napas. AF lebih dulu dibawa ke rumah sakit Prasetya Husada di Karangploso. Sayang, nyawa pemuda itu tak dapat diselamatkan. AF dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.30.
Berselang satu jam, AS juga dibawa ke rumah sakit yang sama. Karena kondisinya sudah terlalu parah, tim medis pun angkat tangan. AS akhirnya menyusul AF yang sudah lebih dulu menjemput ajal.
Petaka belum berakhir. Rabu pagi (10/5), dua peserta pesta miras yang berinisial SP dan HN dilarikan ke RS Universitas Muhammadiyah Malang di Jalan Raya Tlogomas. Hingga kemarin sore, keduanya dikabarkan dalam kondisi koma. Sementara dua orang lainnya, yakni AG dan DK hanya menjalani perawatan di rumah.
”Yang dirawat di rumah itu kondisinya sudah sedikit membaik. Doakan saja agar cepat pulih. Supaya bisa segera dimintai keterangan,” ujar Bambang. Polisi juga sedang menyelidiki kandungan minuman keras yang diminum enam orang tersebut.
Jawa Pos Radar Malang mendatangi lokasi pesta miras itu kemarin siang. Tempat itu terbilang sangat sepi dari lalu lalang orang maupun kendaraan dan ditumbuhi rumput liar. Tampak beberapa botol bekas bir dan minuman keras lain serta bungkus makanan ringan yang bisa jadi digunakan sebagai tambur (camilan teman minum).
Warga di sekitar lokasi kejadian terkesan enggan menceritakan petaka yang baru saja terjadi di dusun tersebut. ”Kemarin memang ada yang minum-minum di pojokan jalan paving ke kuburan situ. Mereka baik-baik saja setelah minum. Tapi sehari berselang kok ada pengumuman orang meninggal,” ujar warga yang enggan disebut namanya.
Bahkan, tetangga dua korban meninggal yang rumahnya berhadap-hadapan di RT 3/ RW 9 juga mengaku tak tahu tentang peristiwa yang menelan korban jiwa tersebut. Kondisi itu sempat menjadi kendala bagi polisi dalam melakukan penyelidikan. (rb3/iza/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana