Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pelajar di Pujon Malang Ini Dikeroyok sampai Mati lalu Dibuang di Sungai

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 8 Januari 2024 | 19:00 WIB
TEMUKAN BERCAK DARAH: Polisi melakukan olah TKP di sekitar lokasi penemuan mayat laki-laki di sekitar Lapangan Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, kemarin.
TEMUKAN BERCAK DARAH: Polisi melakukan olah TKP di sekitar lokasi penemuan mayat laki-laki di sekitar Lapangan Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, kemarin.

KABUPATEN - Mayat laki-laki ditemukan mengambang di sungai, yang terletak di samping Lapangan Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, kemarin pagi (7/1).

Setelah ditelusuri, diketahui bila korban bernama Danar Anendra Putra. 

Dia masih tercatat sebagai pelajar Kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Ngantang.

Kasat Reskrim Polres Batu AKP Yussi Purwanto menduga bila Danar adalah korban pengeroyokan.

Salah satu dasarnya yakni video yang beredar di media sosial, sehari sebelumnya.

Video itu berdurasi 01.28.

Tampak korban diangkut oleh enam orang.

Sejumlah warga menyebut bila bagian tubuh korban yang mengalami luka berada di posisi yang sama seperti di video tersebut.

Mulai dari area perut, siku kiri korban, dan bagian belakang kepala.

Jenazah korban juga ditemukan terbujur kaku dengan mengenakan kaus berwarna hitam.

Tak hanya luka, jalan setapak menuju sungai juga berceceran darah.

Temuan itu menguatkan dugaan bila korban yang merupakan warga Dusun Dadapan, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon adalah korban pengeroyokan.

Siswadi, salah satu Guru Fisika di sekolah korban mengatakan, Danar selama ini dikenal tak punya masalah.

"Kalau keseharian anaknya baik, sopan, dan patuh. Kalau misal melakukan pelanggaran dan diberi sanksi ya tidak pernah melawan," ucapnya kemarin (7/1). 

Siswadi juga mendapati informasi bila siswanya itu merupakan korban pengeroyokan.

Akan tetapi, untuk secara resmi pihak sekolah belum mendapatkan informasi dari kepolisian.

"Kabarnya jenazah masih di otopsi. Belum diserahkan ke keluarga. Kalau pihak sekolah secara bersama-sama akan melayat besok (hari ini)," tutur dia.

Annisa Larasati, salah satu teman sekelas korban juga menyebut bila Danar dikenal pandai bergaul dan baik.

Annisa mengaku tidak begitu paham dengan pergaulan Danar di luar sekolah.

"Kalau sama teman (di kelas) dia memang care banget," kata dia. 

Annisa menambahkan, dalam dua hari terakhir dia sempat melihat keanehan dalam diri Danar.

Dia mengatakan bila korban kerap terlambat berangkat ke sekolah.

Tapi dia tidak tahu penyebabnya. Kamis pekan lalu teman-teman sekelas masih menghabiskan waktu bersama Danar. Mereka bercanda dan mengadakan rujakan bersama.

"Tidak ada kata-kata yang mencurigakan. Jadi murni bercanda saja," tambah Annisa.

Cerita Annisa diperkuat dengan keterangan dari Wali Kelas 12 IPS 3 Ima Ria Fitriani.

Ima mengatakan, selama ini dia mengenal Danar sebagai pribadi yang ceria, murah senyum, dan supel.

"Hari Jum'at lalu (5/1) juga terlihat ceria seperti biasanya," ucapnya.

Ima menambahkan, setiap Sabtu dan Minggu, Danar biasa bekerja di Kafe Sawah. (ifa/mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#dibuang di sungai #Pujon #pelajar dikeroyok