MALANG KOTA – Petunjuk tentang identitas korban mutilasi di Sawojajar sebenarnya sudah didapat polisi.
Yakni dari informasi orang hilang bernama Adrian Pranowo yang diterbitkan Polda Jatim pada Oktober 2023 lalu.
Namun, penyidik Polresta Malang Kota masih perlu memastikan ulang melalui dua cara. Selain menunggu pemeriksaan forensik, mereka juga akan memeriksa keluarga Adrian dari Surabaya hari ini (8/1).
Seperti diberitakan sebelumnya, pada 4 Januari lalu polisi menangkap pria berinisial AR atau Rahmad di rumah kontrakan Jalan Sawojajar Gang 13, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang.
Pria berusia sekitar 35 tahun itu diduga membunuh lalu memotong tubuh Adrian menjadi enam bagian.
Pembunuhan diperkirakan terjadi pada 15 Oktober 2023.
Wakasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Nur Wasis mengungkapkan, ada dugaan sementara bahwa Adrian dibunuh terkait dengan jasa perjodohan yang dibuka oleh Rahmad.
Dari penuturan, pelaku mengaku mengenal Adrian melalui media sosial.
”Saat itu korban mengenal pelaku karena ingin menggunakan jasanya dalam hal perjodohan,” jelas Wasis.
Korban kebetulan menyukai seseorang.
Agar lebih dekat dengan orang tersebut, pelaku kemudian meminta bantuan kepada pelaku.
Ternyata hasilnya berkata sebaliknya. Hubungan korban dengan seseorang yang diincar malah semakin menjauh.
Lalu, tanggal 15 Oktober korban mendatangi pelaku untuk meminta penjelasan.
Namun, terjadi ketidaksepahaman hingga berujung pembunuhan.
Ditanya bukti terkait jasa perjodohan hingga transaksi yang kemungkinan dilakukan antara pelaku dan korban, Wasis menyatakan masih mendalami.
Karena itu, alat komunikasi juga diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
Demikian pula dengan potongan tubuh yang terdiri dari tengkorak, dua kaki, dan dua tangan (pergelangan jari).
Keluarga sebenarnya sudah mengunjungi Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA).
Hanya saja mereka ingin memastikan kembali.
”Hari ini ada pemeriksaan tambahan. Pihak keluarga akan diperiksa untuk mengenali jenazah Adrian, baik dari foto atau bukti pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.
Misalnya, bukti pemeriksaan kesehatan gigi agar jenazah Adrian betul-betul bisa dipastikan.
Hal itu akan diperkuat dengan hasil visum.
Di samping itu, polisi juga akan memeriksa saksi-saksi lainnya.
Namun, Wasis belum mau membeberkan perihal saksi saksi baru tersebut. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana