Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ternyata Bukan Orang Asing, Polisi Tangkap Dua Terduga Perampok Pakis Malang yang Bunuh Lansia dan Gebuki Pendeta

Mahmudan • Selasa, 2 April 2024 | 16:40 WIB
Korban meninggal dalam perampokan Pakis Malang diangkut ke ambulans
Korban meninggal dalam perampokan Pakis Malang diangkut ke ambulans

PAKIS – Perampokan berujung pembunuhan di Jalan Anggodo, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis pada Jumat lalu (22/3) mulai terkuak pelakunya.

Polisi meringkus dua orang terduga pelaku. Mereka adalah tetangga korban.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, kedua terduga pelaku tersebut berinisial A dan I.

BERITA TERKAIT : Bukan Perampokan? Polres Malang Endus Motif Lain dalam Pembunuhan Lansia dan Penganiayaan Pendeta di Jalan Anggodo Pakis Malang

Masing-masing berusia 28 tahun dan 29 tahun. Keduanya ditangkap di rumah masing-masing, Minggu lalu (31/3).

”Sementara ini sudah kami amankan dua terduga pelaku,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah kemarin.

Seperti yang diberitakan, warga Jalan Anggodo RT 03 RW 05, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis,

Kabupaten Malang menjadi korban perampokan pada Jumat lalu (22/3) sekitar pukul 19.00.

Orang tak dikenal masuk ke dalam rumah yang dihuni dua lanjut usia (lansia).

Yakni Esther Sri Purwaningsih, 69, dan Sri Agus Iswanto, 60.

Pelaku membenturkan wajah Ester yang juga pendeta di GBI Bukit Sion Singosari itu hingga babak belur dan berdarah.

Kemudian Sri Agus Iswanto, dilukai menggunakan pisau hingga meninggal dunia.

Setelah beraksi, pelaku membawa kabur handphone dan dompet korban.

Namun surat berharga maupun perhiasan tidak dibawa pelaku. Akibat peristiwa tersebut, polisi memeriksa 22 saksi.

Mereka berasal dari keluarga, kerabat, hingga tetangga korban.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi itulah polisi menduga pelakunya adalah A dan I.

Meski sudah meringkus dua terduga pelaku, namun polisi belum menetapkan sebagai tersangka.

Keduanya masih diinterogasi.

Hingga kini, polisi belum membeberkan apa motif pelaku menghabisi korban.

”Masih kami dalami. Secepatnya kami sampaikan informasinya,” kata perwira polisi dengan tiga balok di pundaknya itu.

Polisi juga belum membeber apa saja hasil pemeriksaan dari terduga pelaku.

Sementara keponakan korban, Andrew Rhesa Cahyono mengatakan, kondisi Esther sudah mulai membaik dan lancar berkomunikasi.

”Yang dikeluhkan itu rasa sakit di bagian leher dan wajah,” terang Andrew.

Untuk diketahui, bagian leher sakit lantaran sempat dicekik oleh pelaku.

Sementara wajah memar pada bagian mata kanan, yang sebelumnya bengkak akibat penganiayaan.

(iza/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Perampokan #Pakis #malang