Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Skandal Kasus P Diddy, Rincian Tuduhan Pemerasan hingga Kejahatan Seksual, Justin Bieber Jadi Korban?

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 28 September 2024 | 17:19 WIB
14 tahun lalu, Usher menyerahkan hak perwalian Justin Bieber yang masih 15 tahun, selama 48 jam pada P Diddy. Netizen menduga terjadi pelecehan pada Bieber
14 tahun lalu, Usher menyerahkan hak perwalian Justin Bieber yang masih 15 tahun, selama 48 jam pada P Diddy. Netizen menduga terjadi pelecehan pada Bieber

NEW YORK – Sean Combs, atau lebih dikenal dengan nama panggung P Diddy, kembali menjadi sorotan dunia setelah serangkaian tuduhan serius mencuat.

Selebriti dan pengusaha musik itu tengah dihadapkan pada kasus hukum yang melibatkan dugaan pemerasan, kejahatan seksual, hingga konspirasi kekerasan.

Bahkan, rumor mengenai keterkaitannya dengan kematian rapper legendaris Tupac Shakur dan The Notorious B.I.G. kembali menyeruak.

Terbongkarnya kejahatan Diddy bermula dari penggerebekan Homeland Security ke rumahnya pada September 2024.

Dari dalam rumahnya, ditemukan tak kurang dari 1.000 mainan alat bantu seksual berbentuk kelamin pria.

Selain itu, rumah P Diddy juga terdapat lebih dari 1.000 botol baby oil dan pelumas seksual.

Ditengarai, P Diddy memakai alat-alat itu untuk membuat pesta amoral bernama Freak Offs di berbagai rumah mewahnya.

Salah satu korbannya ditengarai adalah Justin Bieber, yang kali pertama terlibat dengan Diddy saat usianya masih 15 tahun.

Usher yang sejak muda sempat juga terkoneksi dengan Diddy, ditengarai terlibat pula dalam kasus tersebut.

Dia disinyalir menjerumuskan Bieber kepada Diddy.

Dalam sebuah potongan video, Usher yang dulu menguasai hak perwalian Bieber, disebut pernah menyerahkan 48 jam hak wali itu pada Diddy.

Gosip maupun diss track dari para rapper rival Diddy mengisyaratkan bahwa Diddy mempunyai kelainan orientasi.

Dia ditengarai mengincar artis-artis baru, berjenis kelamin laki-laki dan di bawah umur.

Machine Gun Kelly, yang pernah di-diss Eminem lewat Killshot merupakan artis dari P Diddy.

Dalam liriknya, Eminem menyebut MGK harus mengisap kemaluan pria untuk bertahan di industri musik. 

Sementara, nama-nama artis yang terkait dengan Diddy dan pesta maniaknya juga sangat mengejutkan.

Banyak nama besar yang disebut ikut 'mencicipi' kegilaan dari pesta Diddy.

Mulai dari Jay Z, Beyonce, LeBron James, Jennifer Lopez hingga Drake.

Photo
Photo

Bahkan, salah satu potongan video call lama milik LeBron James dan Diddy beredar luas.

Di situ, LeBron mengatakan, tidak ada pesta seperti pestanya Diddy.

Daftar nama di atas beredar luas di media sosial X.

Ditengarai, nama-nama itu pernah diundang Diddy untuk hadir dalam pesta-pestanya.

Namun, belum ada bukti apakah para artis itu pernah mengikuti after party Diddy yang bernama Freak Offs.

Hanya saja, sejak Diddy ditangkap, Usher menghapus ribuan postingan di Twitter atau akun X miliknya.

Kemudian, Beyonce dan Jay Z kehilangan 4 juta followers di Instagram setelah Diddy ditangkap.

FBI menangkap Diddy di salah satu hotel mewah di New York pada akhir September 2024.

Kejaksaan Amerika Serikat pun mengumumkan kejahatan yang didakwakan pada P Diddy.

Sejak setidaknya tahun 2008 hingga ditangkap, P Diddy memimpin organisasi kriminal yang bertujuan untuk memfasilitasi pelecehan dan eksploitasi terhadap perempuan, melindungi reputasinya, serta menyembunyikan tindakannya.

Sebagai bagian dari organisasi kriminal tersebut, Diddy bersama anggota dan rekan lainnya melakukan berbagai kejahatan, termasuk perdagangan seks, kerja paksa, penculikan, pembakaran, suap, dan penghalangan keadilan.

Diddy memaksa perempuan untuk terlibat dalam aktivitas seksual yang sering kali berlangsung selama beberapa hari dengan pekerja seks komersial pria, beberapa di antaranya dibawa melintasi negara bagian.

Acara-acara ini, yang disebut Diddy sebagai Freak Offs, adalah pertunjukan seksual mewah yang ia atur, arahkan, dan sering kali rekam secara elektronik.

Untuk memastikan partisipasi dalam acara itu, Diddy menggunakan kekerasan dan intimidasi, serta memanfaatkan kekuasaannya atas para korban.

Kekuasaan itu ia dapatkan melalui penyediaan dan distribusi narkotika kepada mereka, serta ancaman untuk menghentikan dukungan finansial yang ia berikan dan mengendalikan karier mereka.

Diddy juga mengancam para korban dengan membocorkan rekaman yang memalukan jika mereka tidak memenuhi tuntutannya.

Tindakan pengendalian Diddy terhadap perempuan juga termasuk kekerasan fisik berulang kali.

Ia memukul, meninju, menyeret, melempar benda, dan menendang perempuan yang menjadi korbannya.

Diddy juga menyerang saksi yang melihat kekerasannya.

Serangan itu sering kali mengakibatkan luka yang membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu untuk sembuh.

Untuk melakukan kejahatan-kejahatan itu, Diddy menggunakan kekuasaannya sebagai pemimpin kerajaan bisnis musik.

Para karyawan Diddy—termasuk pengawas tingkat tinggi, staf keamanan, asisten pribadi, dan staf rumah tangga—bertindak sebagai perantara untuk, di antaranya, mengatur perjalanan dan kamar hotel; menyiapkan kamar hotel untuk aktivitas seksual komersial Diddy; menghubungi atau mencari perempuan serta orang lain yang menjadi target pelecehannya; dan menyembunyikan serta menutupi pelecehan tersebut.

Upaya penyembunyian kriminal itu termasuk mencegah penegak hukum mengetahui pelecehannya.

Diddy terancam penjara maksimal seumur hidup dan minimal 15 tahun bila terbukti bersalah.(fin)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kasus #justin bieber #P Diddy #pemerasan #Kejahatan seksual