Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bos Pijat Plus-Plus Gea Massage Pakisaji Malang Ditangkap, Ternyata Pernah Masuk Bui

Mahmudan • Sabtu, 30 November 2024 | 18:29 WIB
ASUSILA: Siska alias Mami Gea memberi keterangan di hadapan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang Kamis lalu (28/11).
ASUSILA: Siska alias Mami Gea memberi keterangan di hadapan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang Kamis lalu (28/11).

KEPANJEN - Meski sempat masuk penjara akibat me­nyediakan pijat plus, Siska alias Mami Gea tidak kapok.

Bos Gea Massage itu masih berniat ingin membuka kembali usaha panti pijat, meski kini kembali terjerat kasus serupa.

Perempuan 53 tahun asal Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen ditangkap oleh aparat kepolisian pada 4 Oktober lalu.

Dia diduga menyediakan layanan plus di Panti Pijat Gea Massage, Desa Karangpandan, Keca­ matan Pakisaji.

Kasus yang semua ditangani Polda Jawa Timur itu Kamis lalu (28/11) dilimpahkan ke kejaksaan negeri (Kejari) Kabupaten Malang.

Dalam berkas pe­ meriksaannya diketahui bahwa Siska pernah dipen­jara pada 2019 lalu.

“Saya kena 5 bulan penjara waktu,” kata dia kepada jaksa.

Dalam pengakuannya, dia terus membuka usahanya karena mempunyai izin panti pijat resmi.

Sempat tutup karena pandemi Covid­19 pada 2021 lalu, tapi kemudian buka kembali sampai terjadi penggere­bekan awal Oktober lalu.

Siska merasa tidak ada yang salah dengan bisnisnya.

Dia mempekerjakan 5 terapis perempuan berusia 30 tahun ke atas.

Satu kali pijat di­ banderol Rp 150 ribu.

Namun dia membantah menyediakan layanan plus­/plus.

“Saya tidak tahu ada yang melakukan (terapias layani jasa plus­plus).

Saya selalu mengingatkan agar tidak berbuat senonoh,” kata Siska.

Di sisi lain, dia mendengar ada karyawannya yang memberikan layanan handjob dan blowjob.

Informasi yang dihimpun koran ini, terapis menyediakan layanan full service.

Satu kali main dipatok Rp 300 ribu. Jika ditambah pijat menjadi Rp 450 ribu

Kini dengan ditutupnya usaha tersebut, dia merumahkan semua kar­ yawannya.

“Sudah ada yang kerja jadi babysitter, buruh pabrik rokok, dan ada juga yang pulang ke tempat asal­ nya,” kata Siska. (biy/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pakisaji malang #pijat plus plus