KEPANJEN – Teka-teki penyebab meninggalnya Adika Ayu Sebtiar, 27 tahun, yang ditemukan di sebuah gubuk sawah di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, pada Selasa (17/12) mulai menemui titik terang.
Rumor di media sosial menyebutkan bahwa korban sempat menghadiri acara komunitas motor CB di Nganjuk pada Sabtu malam (14/12).
Hal ini terlihat dari status WhatsApp korban yang mengunggah kegiatan tersebut.
Namun, setelah itu, korban tidak lagi aktif di media sosial.
Menanggapi kabar ini, Kapolsek Kepanjen AKP Moh. Lutfi memastikan pihaknya akan mendalami informasi tersebut karena segala kemungkinan masih terbuka.
Perempuan asal Sukolilo, Surabaya itu diduga menjadi korban pembunuhan.
Sebelum tewas, ada indikasi bahwa korban sempat mengalami kekerasan seksual.
Hasil otopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Di antaranya adalah retakan pada tengkorak akibat pukulan benda tumpul, serta memar pada area sensitif korban.
Luka lain juga ditemukan di bagian pelipis, mata kanan, kening, dan bibir bawah korban.
Berdasarkan analisis, korban diperkirakan meninggal dalam rentang waktu 24 hingga 36 jam sebelum otopsi dilakukan.
“Korban kemungkinan besar sempat disetubuhi saat masih hidup,” ujar AKP Moh. Lutfi, Kapolsek Kepanjen, Rabu (18/12).
Meski begitu, Lutfi menambahkan bahwa hasil pemeriksaan tidak menemukan keberadaan sperma di organ intim korban.
Penyelidikan terus dilakukan mengingat keterbatasan saksi mata dan ketiadaan rekaman CCTV di tempat kejadian perkara.
Beberapa saksi, termasuk warga sekitar dan keluarga korban, telah dimintai keterangan.
Dari informasi keluarga, diketahui bahwa korban meninggalkan rumah sejak Sabtu (14/12).
Saat itu, salah satu anggota keluarga sempat mengantarnya ke terminal tanpa mengetahui tujuan pasti korban.
“Kami akan terus menyelidiki kasus ini. Jika memang pembunuhan, semoga pelaku segera kami tangkap,” ujar Lutfi dengan tegas.
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana