Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mediasi Penahanan Ijazah Eks Karyawan Salon Dee Beauty di Gresik Kembali Diundur, Korban Resah

Aditya Novrian • Rabu, 2 Juli 2025 | 18:35 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

GRESIK – Para eks karyawan salon kecantikan Dee Beauty (DB) yang menjadi korban penahanan dan penebusan ijazah tengah resah. Penyebabnya, janji penyelesaian masalah yang telah disepakati sejak dua bulan lalu tak kunjung terwujud.

Hingga kemarin, rencana pertemuan lanjutan dengan pengelola DB, Pemkab, dan DPRD Gresik belum terealisasi. Padahal, sebelumnya dewan merekomendasikan agar masalah ini diselesaikan sebelum 30 Mei, alias sebulan lalu.

Awalnya, pada Rabu (25/6) lalu dijadwalkan pertemuan di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang rencananya diikuti oleh semua pihak. Namun, hanya para eks karyawan yang hadir. Sedangkan owner DB tidak datang. Demikian pula Komisi IV DPRD Gresik yang absen karena tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Trenggalek.

Pertemuan itu semula diputuskan ditunda hingga kemarin (1/7). Namun, rencana tersebut kembali batal. ”Tapi, setelah kami tanyakan lagi, ternyata kembali diundur. Tidak tahu (kepastiannya) kapan,” ucap Sofi, salah satu eks karyawan.

Pihaknya cukup kecewa lantaran rekomendasi hasil rapat bersama DPRD Gresik pada 30 April lalu tak kunjung tuntas. Salah satunya terkait ganti rugi atas pembayaran pengambilan ijazah yang sempat ditahan.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi, Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnaker Gresik Utut Adianto Wahyu Hidayat menyebut bahwa pertemuan itu ditunda. ”Pihak owner (DB, Red) berhalangan hadir karena sedang di Semarang. Kami jadwalkan ulang minggu depan,” ujarnya.

Sementara itu, kemarin Komisi IV juga kembali menggelar kunker, kali ini ke Kota Batu. ”Sedang melaksanakan kunjungan kerja luar daerah (KKLD),” ucap Sekretaris DPRD Gresik Moch Najikh. (son/ris/adn)

Editor : A. Nugroho
#Mediasi #Karyawan #ijazah #gresik #penahanan