WAGIR – Viral aksi pemukulan dua remaja melawan satu orang di media sosial Facebook. Diduga, aksi adu jotos terjadi karena salah satu pihak tersinggung lantaran dilihat saat nongkrong. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu lalu (19/7) pukul 01.00 dini hari, namun baru diunggah dan heboh pada Selasa (22/7).
Sekretaris Desa Pandanlandung Achmad Bagus Sadewa membenarkan adanya informasi tersebut. "Iya, ada pemukulan, tapi bukan pengeroyokan," kata Bagus kemarin (23/7).
Dia menceritakan, mulanya korban R, 16 dibonceng temannya untuk membeli rokok. Sesampai di sekitar Balai Desa Pandanlandung, R melihat dua remaja duduk-duduk di lokasi. Salah satu remaja berinisial J tersinggung. Dia langsung menghalau ketika korban R melintas seusai membeli rokok. Dalam keadaan tersebut, teman R yang tidak diketahui identitasnya langsung kabur. Sementara korban R diinterogasi oleh J. Sempat adu mulut, kemudian J melayangkan pukulan.
Sedangkan D yang sebelumnya duduk-duduk dengan J berusaha melerai. Di sela melerai itulah wajah D kena bogem R. "Tidak terima, D kemudian ikut memukul R hingga giginya patah," lanjut Bagus. Setelah itu, pelaku J dan D meninggalkan lokasi. Sedangkan R pulang ke rumahnya. "Setelah itu R melaporkan kejadian ke orang tuanya," ujar Bagus.
Bagus membeberkan, korban R bersama orang tuanya kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Wagir pada Minggu (20/7). Namun karena korban masih di bawah umur, Polsek mengarahkan untuk melaporkan kejadian ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang. "Namun sampai sekarang (kemarin, 23/7) korban maupun orang tua korban belum melaporkan," beber Bagus.
Kapolsek Wagir AKP Sutadi membenarkan adanya kejadian pemukulan tersebut. "Korban masih di bawah umur dan sudah melapor ke Polsek pada minggu. Kami mengarahkan ke Polres," jelas Sutadi pada Senin (21/7). Terpisah, Kanit PPA Satreskrim Polres Malang Aiptu Erlehana mengatakan belum ada laporan. "Tidak ada laporan," pungkas Erlehanan. (yad/dan)
Editor : A. Nugroho