Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mahasiswa KKN Kehilangan Motor, CCTV Balai Desa Lumajang Mati Sejak April

A. Nugroho • Jumat, 8 Agustus 2025 | 19:58 WIB
Suasana Balai Desa di Lumajang tempat motor milik mahasiswa KKN hilang. Sayangnya, CCTV yang bisa membantu pelacakan telah mati sejak April 2025.
Suasana Balai Desa di Lumajang tempat motor milik mahasiswa KKN hilang. Sayangnya, CCTV yang bisa membantu pelacakan telah mati sejak April 2025.

 

 

 

MALANG – Kasus pencurian sepeda motor yang menimpa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lumajang menyita perhatian publik. Dua kendaraan milik peserta program pengabdian masyarakat itu raib saat diparkir di Balai Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang. Ironisnya, pengungkapan kasus ini terkendala lantaran sistem pengawasan CCTV di lokasi kejadian sudah tak berfungsi sejak April 2025.

Perangkat kamera pengawas yang semestinya menjadi bukti kunci penyelidikan justru mati total. Hal ini membuat aparat kepolisian kehilangan salah satu alat bantu utama untuk menelusuri jejak pelaku. Situasi ini memicu keresahan, terutama di kalangan mahasiswa dan instansi pendidikan di Malang yang secara rutin mengirim mahasiswa untuk KKN di berbagai daerah.

Pihak Kepolisian Resor Lumajang kini terpaksa mengandalkan keterangan saksi dan data pendukung lain yang sangat terbatas. Proses penyelidikan berjalan lambat karena tidak adanya dokumentasi visual dari lokasi kejadian. Balai desa sebagai tempat berlangsungnya program KKN menjadi sorotan tajam, khususnya dalam hal pengawasan dan tanggung jawab terhadap fasilitas umum.

Matinya sistem CCTV sejak berbulan-bulan lalu tanpa adanya tindak lanjut atau perbaikan menjadi tanda tanya besar. Beberapa kalangan mempertanyakan keseriusan perangkat desa dalam menjaga keamanan aset publik. Di sisi lain, peristiwa ini memperlihatkan kelemahan dalam sistem monitoring desa yang seharusnya mendukung kenyamanan warga maupun tamu dari luar daerah.

Kejadian ini bukan sekadar insiden pencurian biasa. Mahasiswa KKN datang untuk mengabdi kepada masyarakat desa, menjalankan program sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan. Ketika mereka menjadi korban kriminalitas, masyarakat dan pemerintah seharusnya sigap memberikan perlindungan. Sayangnya, kasus ini justru memperlihatkan lemahnya sistem tanggap darurat di tingkat desa.

Di Malang, sejumlah kampus tengah mengevaluasi ulang lokasi penempatan mahasiswa KKN menyusul kejadian tersebut. Dosen pembimbing dari beberapa perguruan tinggi menyampaikan keprihatinan terhadap lemahnya sistem keamanan desa yang menjadi lokasi program. Evaluasi ini dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat banyak mahasiswa dari Malang yang rutin ditempatkan di wilayah Lumajang untuk kegiatan pengabdian masyarakat.

Selain itu, publik juga mulai mendorong perlunya kebijakan tegas dari pemerintah daerah untuk memastikan bahwa semua balai desa dan fasilitas umum dilengkapi sistem keamanan aktif. Sistem pengawasan seperti CCTV harus menjadi kebutuhan pokok, bukan sekadar pelengkap. Perangkatnya pun wajib diawasi secara berkala agar tidak mati begitu saja tanpa diketahui pihak pengelola.

Peristiwa ini bisa menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan desa di Jawa Timur. Dengan banyaknya mahasiswa dari luar kota, termasuk dari Malang, yang terlibat dalam program sosial dan pengabdian di desa-desa, keamanan harus menjadi prioritas bersama. Baik aparat desa, kepolisian, maupun masyarakat setempat diharapkan saling bersinergi.

Untuk sementara waktu, penyelidikan terhadap kasus pencurian dua sepeda motor ini masih berlangsung. Pihak kepolisian berupaya mengumpulkan informasi tambahan dan melakukan pemetaan di sekitar lokasi kejadian. Namun tanpa dukungan perangkat CCTV, proses penanganan tentu membutuhkan waktu lebih lama dan energi lebih besar. (id)

Editor : A. Nugroho
#pencurian motor #Lumajang #KKN