Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ayah dari Bayi Terbuang di Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung Mulai Teridentifikasi

Bayu Mulya Putra • Rabu, 24 Desember 2025 | 18:02 WIB
AKP Muchammad Nur Kasat Reskrim Polres Malang
AKP Muchammad Nur Kasat Reskrim Polres Malang

KEPANJEN – Meski sudah diketahui siapa ibunya, kasus pembuangan bayi di Jalan Kodari, RT 26/RW 4, Dusun Krajan, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung Kamis (18/12) lalu masih menyimpan tanda tanya.

Yang pertama yakni penyebab kematian bayi tersebut. Seperti diberitakan, ibu dari bayi itu sempat mengaku bahwa anaknya meninggal sesaat setelah dilahirkan.

Polisi juga masih mendalami siapa bapak dari anak tersebut. Jawaban dari dua pertanyaan tersebut bisa terjawab dari hasil otopsi. Kondisi jenazah bayi ditemukan telah terkubur itu memang memprihatinkan.

Tubuhnya sudah membusuk. Beberapa bagian tubuhnya terlepas karena sempat dicabik-cabik anjing. Saking rusaknya, tidak diketahui jenis kelaminnya. Beranjak dari kondisi itu, proses identifikasi langsung dilakukan Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Kanjuruhan.

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur mengatakan, hasil otopsi belum keluar. Hasil bedah jenazah tersebut akan menjelaskan banyak hal tentang jenazah bayi malang tersebut. ”Terkait kapan pasti kematian, penyebab meninggalnya bayi, dan jenis kelaminnya,” terang dia, kemarin.

Polisi sudah mendapati W, 17, ibu dari bayi tersebut. Dia merupakan pelajar yang berdomisili di Kecamatan Donomulyo. Sebelum penemuan jenazah bayi tersebut, dia menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Desa Ngebruk, Sumberpucung.

Sayangnya, Nur tidak menjawab apakah siswi kelas 3 sebuah SMK swasta di Kecamatan Donomulyo itu ditahan atau tidak. Sosok dari tersangka juga tidak ditampilkan ke awak media karena alasan di bawah umur. ”Yang bersangkutan masih kami periksa secara intensif. Keadaan terkini dia masih syok,” ucap dia.

Keterangan sementara yang bisa disampaikan Nur adalah W melahirkan bayi itu pada 18 Desember lalu. W melahirkan sendirian di kamar mandi rumah singgah kelompok PKL-nya. ”Kalau menurut keterangan yang bersangkutan, bayinya sudah meninggal saat dilahirkan,” papar Nur.

Disinggung soal bapak dari bayi tersebut, mantan Kasat Reskrim Polres Tulungagung itu menduga pacar dari W. Laki-laki yang masih berstatus pelajar, namun tidak satu sekolah dengan W.

Diduga, dia tidak bertanggung jawab saat mendapati W hamil dan akan menjalani PKL. ”Sempat dihubungi oleh W terkait kehamilannya, tapi diblokir nomornya oleh teman laki-laki itu,” ujar Nur. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#Polres Malang #Kabupaten Malang #RSUD Kanjuruhan #Pembuangan Bayi