PAKISAJI – Aparat kepolisian memburu pelaku pembacokan terhadap dua anak di bawah umur di Kebonagung, Kecamatan Pakisaji pada Minggu lalu (18/1). Pelaku diduga lebih dari lima orang.
Kapolsek Pakisaji AKP Indra Subekti menceritakan, peristiwa yang terjadi di depan SDN 2 Kebonagung, Kecamatan Pakisaji itu memiliki keterkaitan dengan dunia olahraga. Yaitu sebuah pertandingan futsal yang diselenggarakan di Metro Sport Center di Kepanjen. “Informasi yang kami terima di Kepanjen sempat terjadi kerusuhan,” terang Indra kemarin.
Kerusuhan menjalar sampai Pakisaji. Tepatnya di depan Pasar Pakisaji sehingga memakan dua korban. Informasinya, korban berinisial NAR, 15, asal Kecamatan Kromengan, dan EDD, 16, dari Kecamatan Sumberpucung.
Indra menjelaskan, pada pukul 14.30, kedua korban berjalan dari arah utara menuju venue pertandingan bersama enam temannya yang merupakan suporter futsal. Sesampai di depan Pasar Pakisaji, mereka bertemu rombongan berisi lima orang.
“Sempat ada tegur sapa, tapi ada dua orang yang menyebut mereka dari Kota Malang. Akhirnya NAR dipukul dan kekacauan terjadi sampai dipisahkan warga,” sebut Indra.
NAR mengalami luka di hidungnya akibat dipukul benda keras. Saat kekacauan terjadi, EDD bersama satu orang temannya masuk ke dalam gang samping pasar. Di sana mereka bertemu kelompok lain berjumlah sekitar 20 remaja.
EDD kemudian di ajak jalan ke utara oleh kelompok tersebut. “Tahu-tahu EDD sudah ditemukan terbaring di depan SDN Kebonagung, dengan luka bacokan di kepala belakang dan tangannya,” kata dia.
“Kami masih harus kejar siapa 20 lebih saksi tersebut. Kasus ini kami koordinasikan dengan Polsek Kepanjen dan Polres Malang,” tandas mantan Kasatpolairud Polres Malang itu. (biy/dan)
Editor : Aditya Novrian