***
Rute terakhir untuk dikunjungi selama di Kota Aleksandria adalah ke makam Nabi Danial. Memang, namanya bukan termasuk dalam 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui. Tapi, kisah tentang Nabi Danial disinggung di beberapa hadis. Para ahli sejarah menyebut, bahwa Danial adalah seorang nabi yang diutus kepada Bani Israil, dan termasuk di antara keturunan Nabi Daud Alaihis Salam (AS).
Makam Nabi Danial berada di dalam Masjid Nabi Danial. Berada di tengah perkampungan padat penduduk, di Kota Aleksandria. Masjidnya tak seberapa besar. Yang menarik, untuk masuk ke makam, kami harus menuruni tangga kayu. Agak menukik turun jalannya. Tangganya melingkar. Dan makam Nabi Danial berdekatan dengan makam Lukman Al Hakim. Lukman Al Hakim adalah sosok soleh ahli hikmah yang namanya diabadikan di dalam Alquran (QS Luqman).
Bentuk makam keduanya tak seperti kebanyakan makam. Berbentuk empat persegi, kemudian ditutupi dengan kain warna hijau bertuliskan huruf Arab. Tak banyak yang berziarah ke makam itu. Malam itu, hanya rombongan kami saja yang datang ke tempat tersebut.
Mengapa makam Nabi Danial berada di tempat yang terkesan tersembunyi? Dan bagaimana kisahnya dua makam kekasih Allah itu bisa berdekatan? Pertanyaan ini sempat mampir di benak saya.
Dan ternyata, ada beberapa versi soal keberadaan makam Nabi Danial. Ada yang mengatakan, makam Nabi Danial terdapat di Irak. Ada yang menyebut terdapat di Shush, Iran. Ada pula yang menyebut terdapat di Samarkand, Uzbekistan. Dan yang terakhir, ini yang termasuk banyak diyakini, terdapat di Kota Aleksandria. Mana yang benar? Wallahu A’lam Bisshowab.
Keberadaan makam Nabi Danial di Aleksandria, merujuk pada keterangan yang ditulis dalam Kitab Bada’i al-Zuhur fi Waqa’i al-Duhur karya Syeh Muhammad bin Ahmad bin Ilyas al-Hanafi (hal 194, 195). Diceritakan, saat itu Iskandariyah atau Aleksandria berhasil ditaklukkan oleh Amru bin Ash di era Khalifah Umar bin Khattab. Amru suatu ketika melihat ada tempat tersembunyi yang dikunci dengan gembok besi. Kemudian, gembok itu dibuka. Dan ternyata di dalamnya ada lubang kecil yang ditutup dengan marmer berwarna hijau, yang ditutup dengan marmer berwarna hijau lainnya.
Begitu dibuka, ternyata di dalamnya ada jenazah seorang laki-laki yang masih utuh dengan kain kafan yang ditenun benang emas, dengan badan yang sangat besar. Kejadian ini lantas dilaporkan kepada Sayyidina Umar bin Khattab. Dan Sayyidina Umar segera bertanya kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Sayyidina Ali kemudian menjawab bahwa jenazah itu adalah Nabi Danial. Kala itu, penemuan ini sungguh mengherankan. Karena Nabi Danial hidup ratusan tahun sebelumnya. Tapi, jasadnya masih utuh. Inilah tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Khalifah Umar segera memerintahkan Amru untuk mengkafani jenazah Nabi Danial dan meminta agar dikuburkan di sebuah tempat tersembunyi yang tak dapat dijangkau oleh orang-orang. Khalifah Umar khawatir, jika makamnya tak disembunyikan, akan diburu oleh orang-orang yang sesat, karena mengetahui keistimewaan jasad Nabi Danial yang masih utuh meski sudah meninggal ratusan tahun itu. Amru lantas membuatkan kuburan lagi di Kota Aleksandria. Dan kuburan itulah yang saat ini di atasnya dibangun sebuah masjid, bernama Masjid Nabi Danial. Tapi, apakah jasad Nabi Danial benar-benar berada di makam di Masjid Danial itu? Wallahu A’lam. Tapi, banyak yang meyakininya.
Versi lain bersumber dari sebuah keterangan: Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, dengan dari Sahabat Anas: ”Tatkala mereka (Abu Musa Al-Asy’Ariy) menaklukkan Tustur (sebuah kota di Iran), mereka menemukan jasad seseorang yang hidungnya panjang. Penduduk Hurmuzan ber-isti’anah (minta bantuan) dan meminta hujan dengan perantara jasad tersebut. Abu Musa segera menulis surat kepada Umar bin Khattab. Umar membalas surat: ’Sesungguhnya ini (jasad tersebut) adalah nabi di antara para nabi. Api tidak akan membakar jasad para nabi, dan bumi tidak akan merusaknya. Hendaklah engkau dan salah seorang sahabatmu menguburkannya di tempat yang tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali kalian berdua’. Kemudian aku dan Abu Musa pergi untuk menguburkannya.” (HR Ibnu Abi Syaibah).
BEBERAPA VERSI: Tulisan yang menyebutkan bahwa di tempat itu adalah makam Nabi Danial dan Lukman Al Hakim.
Keterangan lain menambahkan, bahwa penduduk Hurmuzan menjelaskan bahwa jasad itu telah meninggal 300 tahun lalu, akan tetapi jasadnya masih utuh dan tidak membusuk sedikit pun. Lalu Abu Musa Al-Asy’ariy mengirim surat kepada Umar bin Khattab sebagai khalifah saat itu. Umar bin Khattab menjelaskan bahwa itu adalah jasad Nabi Danial dan memerintahkan untuk menyembunyikan kuburnya.
Cara menyembunyikan kuburan Nabi Danial saat itu, dengan cara para sahabat menggali 13 lubang kubur di sungai yang airnya dibendung sementara. Lalu menguburkannya pada salah satu lubang di malam hari sehingga tidak ada yang mengetahui di mana kuburan Nabi Danial. Dari keterangan ini, lantas diyakini makam Nabi Danial terdapat di Kota Shush Iran.
Nama Nabi Danial memang tidak disebutkan di dalam Alquran. Tapi, kisahnya disinggung di beberapa hadis. Salah satunya, kisah tentang Nabi Danial ini terdapat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya. Diceritakan menurut hadis ini, Nabi Danial hidup di masa Raja Bukhtanashar (keterangan lain menyebutkan, dia adalah Raja Babilonia yang sekarang adalah Irak. Dalam memimpin dia sangat zalim. Dan sering menawan dan membunuh keturunan Bani Israil, termasuk keturunan Nabi Ya’kub dan Nabi Yusuf).
Masih menurut hadis tadi, suatu ketika Nabi Danial dijebloskan ke penjara oleh Bukhtanasar. Dan di dalam penjara itu, Nabi Danial dikumpulkan bersama dengan dua singa peliharaan Bukhtanasar. Tapi, atas kuasa Allah SWT, dua singa itu sama sekali tak menyentuh tubuh Nabi Danial. Apalagi memangsanya. Di dalam penjara itu, Nabi Danial hidup untuk beberapa lama bersama dengan dua singa.
Suatu ketika, Nabi Danial ingin makan dan minum. Lalu Allah SWT memerintahkan salah satu nabinya bernama Armiya melalui wahyu yang diturunkan kepadanya saat dia berada di Syam untuk menyediakan makan dan minum bagi Danial. (Syam saat ini telah menjadi beberapa negara: Lebanon, Suriah, Yordania, dan Palestina).
Kemudian Armiya berkata: ”Wahai Tuhanku, aku berada di Baitul Maqdis, sementara Danial berada di Babilonia di negeri Irak.” Selanjutnya Allah memberikan wahyu kepada Armiya: ”Siapkanlah apa yang telah Kami perintahkan kepadamu. Kami akan mengirim utusan yang akan membawa dirimu ke sana beserta apa yang telah engkau persiapkan.” Akhirnya Armiya melaksanakan perintah itu, dan Allah mengirimkan utusan yang membawanya beserta apa yang telah dipersiapkannya.
Ketika Armiya sampai di penjara, Danial bertanya: ”Siapa engkau ini?” Armiya menjawab: ”Aku Armiya.” Selanjutnya terjadi dialog antara Danial dan Armiya: ”Siapa yang menyuruh engkau?” ”Aku diutus oleh Tuhanmu untuk menemui dirimu.” ”Apakah Tuhanku menyebut namaku?” ”Iya.” Maka Danial pun berkata: ”Segala puji bagi Allah yang tidak melupakan orang yang mengingat-Nya. Segala puji bagi Allah yang mengabulkan orang yang senantiasa berharap kepada-Nya. Segala puji bagi Allah, yang jika ada orang percaya kepada-Nya, maka tidak akan Dia pasrahkan urusannya kepada orang lain. Segala puji bagi Allah, yang membalas kebaikan dengan kebaikan pula. Segala puji bagi Allah, yang memberikan keselamatan atas kesabaran. Segala puji bagi Allah, yang menghilangkan kesulitan kita setelah ditimpa musibah. Segala puji bagi Allah, yang telah menanamkan keyakinan ketika kami berprasangka buruk terhadap amal-amal kami. Segala puji bagi Allah, Dia-lah tempat berlabuh bagi harapan kami, ketika semua cara telah tertutup di hadapan kami.”
Inilah salah satu hadis yang menceritakan tentang Nabi Danial. Terkait dengan makamnya yang terdapat di beberapa tempat, sudah dijelaskan, bahwa karena memang ada beberapa versi sejarah soal keberadaan makamnya. Bagi saya, tidak jadi soal. Yang penting, saya sudah berniat untuk berziarah ke makamnya. Dan saya meyakini bahwa makam di Aleksandria adalah makam Nabi Danial, maka selanjutnya saya serahkan kepada Allah SWT untuk kebenarannya. Wallahu A’lam Bisshowab.
Bahwa makam Nabi Danial berdekatan dengan makam Lukman Al Hakim, apakah kedua kekasih Allah itu hidup sezaman? Dalam Kitab Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir, juga merujuk pada Tafsir Ibnu Katsir, nama panjang dari Lukman Al Hakim adalah Lukman bin ”Anqa” bin Sadun. Sedangkan anaknya yang dinasihati oleh Lukman, dan isi nasihatnya diabadikan di dalam Alquran itu bernama Taran.
Apakah antara Lukman dan Nabi Danial hidup sezaman, ini yang sulit saya temukan referensinya. Hanya saja, satu keterangan menerangkan, bahwa Lukman hidup sezaman dengan Nabi Daud AS dan termasuk keluarga Nabi Ayub AS. Sedangkan Nabi Danial ada yang menyebut masih keturunan dari Nabi Daud. Apakah keterangan ini yang lantas menjadi benang merah, mengapa mereka dimakamkan dalam satu tempat? Saya hanya bisa menjawab: Wallohu A’lam Bisshowab.(bersambung/dilengkapi dari berbagai sumber) Editor : Radar Malang Administrator