Dilansir dari DailyVoice, Selasa (22/12) Parental Burnout merupakan kondisi multiperan yang dijalankan oleh seorang ibu seperti menjadi diri sendiri, ibu, istri, bahkan guru bagi anak. Kondisi ini muncul ketika pengalaman baru muncul secara tiba-tiba di tahun 2020 yang menyebabkan seorang ibu akan mengalami kelelahan yang berlebih.
Dampak negatif dari Parental Burnout adalah munculnya jarak dengan anak, yang mengakibatkan timbul perasaan bahwa mengurus anak adalah sebuah pekerjaan yang tidak membutuhkan kedekatan secara emosional.
Perubahan inilah yang membuat seorang ibu harus melakukan adaptasi baru dalam mengurus anak. Apabila peran yang banyak itu tidak dilakukan secara perlahan-lahan maka akan menimbulkan rasa stress yang bisa saja berubah menjadi depresi.
Efek dari parental burnout juga dapat memperburuk suasana dalam keluarga, apabila diri sudah terbebani oleh berbagai kesibukan stress dapat memicu konflik kepada anak bahkan kepada suami sendiri.
Dalam mengatasi parental burnout, yang dapat dilakukan oleh para ibu adalah mengambil waktu untuk beristirahat sejenak dari rutinitas harian. Ceritakan masalah tersebut kepada orang terdekat seperti teman, suami, atau keluarga yang nantinya beban tersebut akan berkurang yang dapat memberikan efek positif pada diri seorang ibu.
Penulis : M. Ubaidillah Editor : Shuvia Rahma