Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Temanmu Bosenan? Mungkin Dia Kena Anhedonia

Shuvia Rahma • Rabu, 20 Januari 2021 | 02:40 WIB
Ilustrasi anhedonia (pexels)
Ilustrasi anhedonia (pexels)
RADARMALANG – Dalam kehidupan sehari–hari, ada orang yang mudah merasa bahagia dan ada pula orang yang merasa sulit untuk merasa bahagia. Kondisi seseorang yang sulit merasa bahagia dalam dunia medis dinamakan anhedonia.

Dilansir dari halodoc, Selasa(19/1), Anhedonia membuat hidup pengidapnya terasa hampa, tidak nyaman, dan membosankan. Anhedonia adalah kondisi di mana pengidapnya kehilangan minat terhadap kegiatan yang dahulu menyenangkan atau disukainya.

“Anhedonia itu berbeda dengan depresi, tetapi anhedonia termasuk ciri pertama depresi. Ada pula gangguan kejiwaan lain yang bisa ditandai dengan anhedonia, contohnya skizofrenia,” kata dr Fadhli Rizal Makarim.

Anhedonia juga bisa saja terjadi pada mereka yang tidak memiliki gangguan kesehatan mental. Ada dua jenis anhedonia, yaitu anhedonia sosial dan fisik.

Anhedonia sosial membuat pengidapnya tak tertarik pada kontak sosial, atau terjadinya penurunan minat atau kesenangan terhadap situasi sosial. Sementara itu, anhedonia fisik ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan terhadap sentuhan kasih sayang, seks, atau kehilangan minat terhadap makanan (bahkan yang dulu disukainya).

Penyebab anhedonia terkait erat dengan depresi, tetapi seseorang tidak perlu mengidap depresi untuk mengalami anhedonia. Anhedonia juga bisa disebabkan oleh penyakit mental seperti skizofrenia atau gangguan bipolar. Pada beberapa kasus, anhedonia juga muncul pada mereka yang memiliki riwayat penyakit Parkinson, diabetes, penyakit arteri koroner, dan masalah penyalahgunaan zat.

Ada pula pakar yang berpendapat bahwa anhedonia mungkin terkait dengan perubahan aktivitas otak. Pengidapnya mungkin memiliki masalah dengan cara otak memproduksi atau merespons dopamin, zat kimia suasana hati yang "membuat perasaan senang".

Yang terjadi pada otak pengidap anhedonia adalah dimana respon emosional di dalam otak sangat kompleks. Di sini mekanisme reward (perasaan rasa senang) yang mendasarinya rusak.



Penulis : Khrisna Ambar Editor : Shuvia Rahma
#kesehatan metal #anhedonia #Psikologi