Melansir dari klikdokter (16/2), kandungan hydroquinone merupakan senyawa kimia yang ditemukan awal 1800-an dan digunakan untuk berbagai perawatan kulit. Bahan kimia ini berinteraksi dengan sel penghasil melanin di kulit. Melanin adalah pigmen pada kulit yang memberikan warna cokelat. Tidak heran bila hydroquinone banyak ditemukan pada krim pemutih wajah.
Hydroquinone dimanfaatkan sebagai obat topikal atau untuk pemakaian luar saja. Selain pada pencerah wajah, kandungan ini bisa ditemukan pada serum, pembersih muka, dan pelembap.
Namun menggunakan krim yang memiliki kandungan hydroquinone tidak boleh digunakan dalam waktu yang cukup lama. “Penggunaan krim dengan kandungan hydroquinone hanya boleh digunakan dalam jangka waktu pendek,” ujar dr Devia Irine Putri, medical communicator klikdokter.
Selama penggunaan hydroquinone dalam dosis wajar dan di bawah pengawasan dokter serta tidak dalam jangka panjang, hal ini tidak akan menimbulkan masalah terhadap wajah Anda. ”Efek samping yang muncul bisa membuat kulit terbakar, terkelupas, kering, dan iritasi. Reaksi alergi bisa tetap muncul. Pada penggunaan jangka lama, bisa menyebabkan ochronosis yaitu terjadi perubahan warna kulit (jadi hitam kebiruan) dan muncul jerawat,” jelas dr Devia.
Namun, jika digunakan dengan tepat krim dengan kandungan hydroquinone ini memiliki manfaat untuk mencerahkan kulit, menyamarkan flek hitam, ataupu menghilangkan bekas jerawat.
Penulis: Khrisna Ambar
Editor : Ahmad Yani