Dilansir dari Live Science pada Kamis (29/4), Alexander Medvedev menemukan pedang tersebut di dekat Olsztyn, di Polandia utara, di samping sisa-sisa logam sarung, sabuk, dan dua pisau yang akan dilekatkan pada sabuk tersebut.
"Penemuan seperti itu ditemukan sekali dalam beberapa dekade," kata arkeolog, menurut sebuah pernyataan.
Meski menghabiskan lebih dari 600 tahun terkubur di bawah tanah, senjata-senjata tersebutlah terpelihara dengan baik, kata Medvedev, seorang arkeologi, yang menyumbangkan temuan itu ke Museum Pertempuran Grunwald di Olsztyn.
Orang yang membawa pedang tersebut mungkin salah satu dari sekitar 66.000 orang yang bentrok di Pertempuran Grunwald pada 15 Juli 1410, menurut Ensiklopedia Britannica. Pertempuran saat itu terjadi di dekat desa Stębark (juga dikenal sebagai Tannenberg), Grunwald dan Ludwigsdorf yang berakhir dengan kemenangan Polandia-Lituania atas Ksatria Ordo Teutonik, yang didirikan selama Perang Salib.
Ksatria Ordo Teutonik sering berperang melawan tetangga non-Kristen mereka, termasuk Lituania. Tapi kemudian, pemimpin Lithuania berpindah agama ke Katolik dan menikah dengan Ratu Polandia, Jadwiga yang pada akhirnya ia menjadi raja dan ketika ia meninggal mengambil nama Raja Władysław II Jagieło. Dia kemudian dikenal karena menyatukan Polandia dan Lituania selama Zaman Keemasan kawasan itu, dan bahkan memiliki patung yang menghormatinya di Central Park Kota New York.
Raja Jagieło juga mengubah Lithuania menjadi Kristen. Tetapi Ksatria Ordo Teutonik meragukan ketulusan pertobatan raja, dan pada 1409, pemimpin mereka Ulrich von Jungingen menyatakan perang terhadap Polandia dan Lituania, menurut Ensiklopedia Britannica. Setelah seharian bertempur, von Jungingen terbunuh ketika tombak menembus tenggorokannya dan pasukannya mundur. Secara keseluruhan, dari 39.000 tentara Polandia-Lituania, sekitar 5.000 tewas; dari sekitar 27.000 pasukan Teutonik, 14.000 ditangkap dan 8.000 tewas. Setelah kekalahan itu, kekuatan Ordo Teutonik menurun.
Ratusan tahun kemudian, Soviet secara retrospektif mengklaim pertempuran tersebut sebagai kemenangan Rusia, karena beberapa tentara dari Smolensk, sebuah kota di Rusia, hadir di pihak Polandia-Lituania. Selama Perang Dunia I, Jerman memenangkan pertempuran melawan Rusia di dekat lokasi pertempuran abad pertengahan. Orang Jerman, yang memandang para ksatria abad pertengahan sebagai orang-orang bangsawan yang menyebarkan agama Kristen, menamakan pertempuran baru itu Pertempuran Tannenberg sehingga mereka dapat menuntut balas dendam atas para ksatria yang dikalahkan dalam pertempuran abad pertengahan.
Pedang yang baru ditemukan dan aksesorinya saat inj menjalani konservasi dan analisis.
"Tim berharap untuk mempelajari lebih lanjut tentang status sosial pemilik pedang abad pertengahan, dan kami ingin tahu apa yang ada di bawah lapisan karat," kata Szymon Drej, direktur Museum Pertempuran Grunwald.
"Kami juga akan memeriksa lokasi penggalian monumen lebih dalam untuk mengetahui konteks situasional asalnya. Lagipula, sangat jarang menemukan barang-barang berharga dari Abad Pertengahan terkubur di bawah tanah," kata Drej.
Penulis: Talitha Azmi F. Editor : Shuvia Rahma