Camelia E. Bianca sebagai Head of Marketing Merché mengaku bersyukur karena pihaknya berhasil membawa brand lokal untuk survive di situasi pandemi ini. "Alhamdulillah saat brand lain tutup, kita justru mengalami peningkatan 400 persen dari akhir 2020. Dari penjualan sebelumnya yang rata-rata maksimal 2 ribu pcs perbulan, kini menjadi 50 ribu bahkan 120 ribu pcs perbulan," katanya.
Padahal kata Camelia, sejak pandemi sejumlah toko offline Merché di seluruh Indonesia tutup. Hingga saat ini hanya ada 6 toko offline yang masih beroperasi.
"Akhirnya, kita merubah cara jualan menjadi online shopping. Masuk ke ranah digital dan ke marketplace. Membuat website untuk produk kita sendiri. Bahkan 2022 ini bukan hanya online shopping saja, tapi tren perilaku belanja orang lebih ke live shopping. Misalnya di live tiktok, live di marketplace," jelasnya.
Kunci keberhasilan jualan ala Camelia adalah mengikuti tren perilaku belanja konsumen. Pasalnya, dampak dari pandemi covid 19 ini mendekatkan yang jauh. Untuk belanja, konsumen tak lagi perlu pergi ke mall, cukup buka tik tok live, minta detil jahitan, cekout dan beres. Apalagi di live shopping banyak keuntungan yang tidak bisa didapatkan di offline shopping. "Seperti adanya free ongkir, cashback, diskon hingga fitur pembayaran yang bisa menggunakan pay later," tambahnya.
Untuk semakin menggenjot penjualan di live shopping, Camelia juga menggelar meet and great dengan 30 influencer di Malang, tepatnya Jumat (25/3) di Oura Malang. Kegiatan itu juga dilakukan sekaligus dalam rangka anniversary Merché yang ke 5. "Acara ini lebih ke meningkatkan awareness. Menunjukkan eksistensi Merché yang berhasil melalui masa yang berat dalam 2 tahun terakhir," pungkasnya.
Pewarta dan Foto : Binti Nikmatur Rosidah Editor : Didik Harianto