Salah satunya yang dialami Andreas, Pemilik Toko Borobudur Tekstil. Dia mengatakan, dibanding tahun sebelumnya, penjualan kain di tokonya justru naik sekitar 30 persen. Sedangkan untuk jumlah pelanggan per harinya tidak tentu namun selalu melebihi 20 pembeli. ”Jenis kain yang paling banyak dicari adalah jenis katun rayon dan batik,” ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Rocki Punjabi, Owner Toko In Moda Textile & Tailor. Dia mengatakan penjualannya tetap bertahan. Yakni dengan jumlah pembeli yang tidak jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Itu karena dia sering banyak diskon. Pembeli mayoritas dari perorangan dan borongan untuk seragam. ”Sekitar 10 pembeli per hari, kain yang banyak diminati biasanya kain polos dan tile,” terangnya.
Di samping itu, Nanik Widyanti, salah satu pembeli kain katun mengaku lebih senang membeli kain daripada langsung membeli pakaian bekas. Salah satu alasannya adalah lebih awet dan tidak pasaran. ”Meskipun jika dihitung-hitung lebih murah beli bekas tapi saya lebih puas jika beli kain sendiri,” terangnya.
Dia juga gemar membeli kain bahan karena tak ingin bajunya sama dengan orang lain, sehingga ia memilih untuk menjahitkan bajunya. Selain itu ia merasa khawatir jika membeli pakaian trift karena belum terjamin kebersihannya. (kr2/adn) Editor : Mardi Sampurno