Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengangkat Permainan Rubik yang Sempat Tenggelam

Mahmudan • Minggu, 25 Februari 2024 | 22:39 WIB

FOKUS: Salah satu peserta kompetisi Jatim Open 2024 hampir menuntaskan susunan rubik
FOKUS: Salah satu peserta kompetisi Jatim Open 2024 hampir menuntaskan susunan rubik

 

Ada manfaat yang dirasakan jika seseorang rutin bermain rubik. Selain melatih kecepatan tangan, juga diyakini bisa meningkatkan IQ dan menguatkan daya ingat.

 

PULUHAN orang berkumpul di ruang bioskop Malang Creative Center (MCC), Jalan A. Yani, Blimbing, kemarin. Masing-masing memegang rubik, benda berbentuk kubus dengan beragam warna. Setelah terdengar aba-aba mulai, tangan mereka cekatan memutar rubik, menggabungkan warna yang tersusun secara acak, hingga setiap sisinya memiliki warna yang padu. Hanya dalam hitungan detik, beberapa anggota mengangkat kedua tangan. Itu tandanya dia sudah menyelesaikan susunan rubik.

Sementara di bangku penonton, semua orang sama sibuknya dengan rubik masing-masing. Mereka tengah berlatih untuk mempersiapkan diri mengikuti Kompetisi Rubik Jatim Open 2024 tersebut.

Rubik sempat menjadi tren mainan di Indonesia sekitar 2009 lalu, tapi beberapa tahun terakhir mulai tenggelam. Kini, speedcubers (sebutan untuk pemain rubik) ingin memasyarakatkan mainan tersebut.

Salah satu speedcubers sekaligus Ketua Panitia Jatim Open 2024 Fauzan Rafi Amrullah mengatakan, di Kota Malang ini banyak banyak peminat maupun pemain rubik. Beberapa di antaranya tergabung dalam Malang Cube Solver Community.  Komunitas speedcubers di Malang tersebut terbentuk pada 2021 lalu.  “Saat ini masih sepi. Jadi kami mencoba menghidupkan kembali,” tuturnya.

Meski begitu, dia mengatakan, berbagai kegiatan masih dilakukan oleh komunitas tersebut. Misalnya mengadakan pertemuan untuk bermain bersama. Juga mengadakan kompetisi kecil-kecil. “Agar semakin bersemangat dan banyak lagi peminat rubik,” imbuh mahasiswa S2 Matematika Universitas Brawijaya (UB) itu. Kompetisi rubik tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk menemukan potensi-potensi Speedcubers yang ada di Kota Malang.

Menurut dia, proses belajar rubik tidaklah sulit, sehingga gampang memasyarakat. Apalagi sudah didukung dengan banyaknya video tutorial YouTube yang sangat mudah diikuti. ”Tidak selalu harus pandai matematika. Yang paling penting ada kemauan untuk latihan dan memperbanyak rumus,” katanya.

Jika hal itu dilakukan, dia yakin akan lebih mahir dalam menyelesaikan berbagai kasus rubik. Selain itu, katanya, kecepatan tangan juga perlu dilatih. ”Karena tidak hanya butuh kecepatan berpikir. Tapi kecepatan tangan juga menjadi penilaian dalam perlombaan rubik,” terang Fauzan.

Dia mengatakan, permainan yang terbilang rumit tersebut memiliki berbagai manfaat bagi para pemainnya. “Dampak ke otak, tentu saja melatih konsentrasi serta kecepatan pengambilan keputusan,” ungkapnya. Dengan bermain rubik, dia melanjutkan, juga dapat meningkat IQ dan juga memperkuat daya ingat. (dur/dan)

Editor : Mahmudan
#permainan #Kota Malang #komunitas #rubik