MALANG – Pada Kamis (11/4) lalu, film horror Indonesia yakni Badarawuhi di Desa Penari dan Siksa Kubur tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia.
Film Badarawuhi di Desa Penari yang disutradari oleh Kimo Stamboel merupakan prequel dari film sebelumnya yaitu KKN Desa Penari.
Badarawuhi sendiri bercerita tentang terror yang dialami suatu desa karena suatu entitas penari bernama Badarawuhi yang ditakuti.
Sedangkan Siksa Kubur merupakan karya besutan dari sutradara Joko Anwar yang juga menyutradarai film horror Pengabdi Setan.
Siksa Kubur bercerita tentang Sita yang tidak percaya akan agama karena trauma yang dialaminya. Lalu, dia menantang dirinya sendiri untuk membuktikan bahwa agama itu tidak nyata dengan cara masuk ke dalam liang kubur bersama orang yang memiliki banyak dosa.
Dengan synopsis yang menarik, tentu saja dua film tersebut meraih banyak sorotan dari masyarakat tanah air dan para penikmat film horror.
Tidak heran, jumlah penonton dari film Badarawuhi di Desa Penari dan Siksa Kubur sudah menembus 1 juta lebih pentonton.
Dilansir dari akun Instagram resmi masing-masing film, terhitung dari tanggal 11 – 15 April, data jumlah penonton Badarawuhi di Desa Penari sebanyak 1 juta 600 ribu penonton, dan Siksa Kubur sebanyak 1 juta 400 ribu penonton.
Tidak sampai seminggu, kedua film mampu meraih jutaan pentonton dan masih akan terus bertambah.
Pemilihan waktu rilis pun berpengaruh besar, yaitu pada masa lebaran. Momen liburan adalah momen yang tepat untuk menarik minat penonton.
Keberanian masing-masing film untuk bersaing di masa high season seperti ini patut diapresiasi. Kedua film sama-sama percaya diri akan kualitas isi film masing-masing.
Di Malang Raya, film Badarawuhi di Desa Penari dan Siksa Kubur dapat ditonton di bioskop XXI Transmart, Araya XXI, Dieng 21, Cinepolis Malang Town Square, CGV Malang City Point, Movimax Sarinah, Movimax Dinoyo, Mopic Cinemas Malang, dan NSC Kepanjen. (Jihan Faizah)
Editor : Aditya Novrian