Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Melodi Hijrah, Perjalanan Iksan Skuter di Malang Menuju Dunia Musik

Aditya Novrian • Rabu, 1 Mei 2024 | 03:25 WIB

Iksan Skuter. (Pinterest)
Iksan Skuter. (Pinterest)

MALANG- Muhammad Iksan atau yang sering dikenal dengan sebutan Iksan Skuter merupakan pria kelahiran Blora, Jawa Tengah. Nama Iksan Skuter merupakan kepanjangan dari “seniman kurang terkenal” sehingga iksan dipanggil dengan nama Iksan Skuter, karena di samping itu juga ia memiliki vespa.

Perjalanannya turun ke dunia musik sangatlah berliku-liku, iksan menganggap bahwa memulai karir di Jakarta menjadi hal yang sangat ia yakini. Pada tahun 2006, Iksan sempat masuk industri musik bersama band putih dan melahirkan 3 Album.

Namun perjalananya bersama band putih di Jakarta harus pupus dan ia kembali ke Malang. Di tengah tantangan hidup di Jakarta, Iksan Skuter tak kenal lelah ia juga berusaha mencari pekerjaan dengan mengirimkan berkas lamaran yang telah disiapkannya. 

Upaya kerasnya termasuk melamar posisi sebagai anggota kru untuk Band Wali, namun sayangnya usaha itu tak membuahkan hasil. Sehingga Iksan kembali ke Kota Malang pada awal tahun 2014.

Iksan Skuter memang lahir di Kota Blora akan tetapi Kota Malang yang membuat ia menjadi musisi hingga saat ini. Ketika di Malang, Iksan aktif bergabung dalam unit kegiatan musik mahasiswa di universitasnya.

Dari sanalah, ia mulai eksplorasi berbagai alat musik, termasuk gitar listrik yang menjadi salah satu favoritnya. Pada awalnya Iksan kenal dengan berbagai musisi dan ia memiliki kesempatan bermain musik yang luas.

Hal tersebut membuat Iksan terlibat dalam pertunjukan di berbagai kafe dengan membawakan lagu-lagu dari musisi lain. Namun, kerap kali ia merasa bosan dengan rutinitas tersebut.

Sehingga terbentuklah sebuah grup musik yang menampilkan karya-karya mereka sendiri. Dari semua yang telah ia lewati pengalaman tersebut membantu Iksan menyadari bahwa hidup dari musik adalah suatu kemungkinan yang sebelumnya sulit baginya bayangkan ketika masih tinggal di Blora. 

Selain karena kurangnya dukungan dari orang tua secara geografis dan sosial Blora tidaklah menjadi lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan musik. Bahkan saat Iksan masih kecil satu-satunya aksesnya ke alat musik adalah melalui gitar temannya.

Dari hal tersebut, Iksan menjadi musisi yang dikenal banyak orang. Iksan hadir dengan musik yang memiliki tema-tema yang berkisar pada kritik sosial, politik, alam, dan kasih sayang.

Iksan telah menciptakan banyak karya untuk mengekspresikan kegelisahan batinnya, yang diungkapkan melalui lagu yang ia ciptakan. Contohnya adalah lagu-lagu seperti "Bingung," "Partai Anjing," "Tuhan Dan Kegelisahan," "Uang Tidak Bisa Dimakan," "Teruslah Miskin Dan Bodoh," "Nyalakan Tanda Bahaya," dan beberapa karya lainnya. (Raisa Amynita Kurniani Nova)

Editor : Aditya Novrian
#iksan skuter #malang #musisi