RADAR MALANG - Setiap perangkat gawai, seperti laptop, handphone, dan tablet, memancarkan sinar biru atau blue light. Namun, tahukah Anda bahwa sinar biru ini dapat memberi dampak berbahaya bagi kulit jika terlalu sering terpapar?
Sinar biru dari gawai di dalam ruangan memancarkan panjang gelombang yang bergabung untuk menciptakan berbagai warna. Sinar biru pada televisi cenderung lebih aman dibandingkan dengan yang ada di laptop atau handphone, karena jarak menatap layar televisi biasanya lebih jauh.
Baca Juga: Cache di Laptop Wajib Dibershkan secara Berkala agar Laptop Tak Lemot
Meskipun mungkin Anda tidak merasakannya, paparan sinar biru dalam jangka panjang dapat merusak kolagen melalui stres oksidatif. Selain itu, bahan kimia dalam kulit yang disebut flavin dapat menyerap paparan cahaya biru dari gawai.
Reaksi yang terjadi selama penyerapan sinar biru ini dapat menghasilkan radikal bebas yang merusak kulit. Mathew M. Avram, Direktur Pusat Dermatologi Laser dan Kosmetik Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston, mengkategorikan warna kulit berdasarkan cara reaksi terhadap sinar UV.
Tipe 1 adalah kelompok warna kulit paling terang dengan sensitivitas sinar UV paling tinggi. Skala ini naik hingga tipe 6, yang paling gelap dan paling tidak mungkin terbakar.
Baca Juga: Baterai Smartphone Cepat Habis? Ini Tips agar Daya Baterai Tahan Lama
Dalam studi tersebut juga dijelaskan bahwa pemilik kulit tipe 2 yang terkena sinar biru cenderung tidak mengalami pigmentasi. Namun, orang dengan kulit berwarna akan mengalami penggelapan yang bertahap selama beberapa minggu.
Hal ini disebabkan oleh reaksi berbeda pada pigmentasi kulit tipe 4, 5, dan 6 dibandingkan dengan kulit putih. Meskipun demikian, Avram mengatakan bahwa masih diperlukan lebih banyak penelitian skala besar tentang hal ini.
Di sisi lain, sinar biru juga dipercaya bisa meredakan jerawat pada kadar tertentu. Cara sederhana untuk mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar biru adalah dengan membatasi waktu menatap layar gawai.
Beberapa perangkat biasanya dilengkapi dengan mode malam yang menciptakan nada layar lebih hangat. Jika perlu, gantilah lampu LED standar di ponsel dengan versi yang memancarkan cahaya biru lebih sedikit.
Penggunaan tabir surya mineral dengan oksida besi juga bisa menjadi upaya perlindungan dari efek buruk sinar biru bagi kulit. Selain itu, usahakan untuk memiliki gaya hidup sehat, seperti makan makanan sehat, minum air putih yang cukup, dan olahraga secara teratur.
Di malam hari, batasi penggunaan gawai agar bisa tidur lebih cepat dan istirahat lebih nyenyak.
Ingatlah bahwa selain kulit, penggunaan gawai yang berlebihan juga bisa mengancam kesehatan mata. Jadi, hindarilah bermain gawai di tempat tidur, apalagi dalam keadaan gelap di malam hari.
Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat melindungi kulit dan kesehatan secara keseluruhan dari efek negatif sinar biru. Tetap bijak dalam menggunakan teknologi untuk menjaga kesehatan kulit dan mata Anda. (Taqia Ilmi)
Editor : Aditya Novrian