RADAR MALANG - Kelucuan dan kepolosan anak kecil selalu menarik perhatian semua kalangan masyarakat Indonesia. Kegiatan unik dan spontanitas seorang bayi dapat menghilangkan stress bagi setiap orang.
Deretan bayi gemas berikut ini, memiliki daya tarik dan pesona yang unik, sehingga menjadi viral dan diikuti oleh masyarakat Indonesia.
1. Ritsuki
Ritsuki berasal dari keluarga yang multikultural (Jawa dan Jepang). Ritsuki menjadi populer karena jiwa petualangnya, dan tingkahnya yang selalu menggemparkan mamanya (mama Mega).
Tingkah Laku Ritsuki yang tidak bisa ditebak, membuatnya menjadi viral hingga muncul video Ritsuki Core. Keseharian Ritsuki dapat diikuti dalam sosial media instagram @mas_natsuki.
Baca Juga: Curi Perhatian Dunia, Seragam Atlet Mongolia Paling Menarik di Olimpiade Paris 2024
2. Abe Cekut
Berasal dari Malang, Abe Cekut menjadi kesayangan aunty dan uncle seluruh Indonesia. Dmitriev Abraham atau lebih dikenal dengan Abe Cekut, memiliki sifat yang extrovert dan tidak kenal takut.
Kata “Cekut” berasal dari reflek Abe saat memakan buah lemon yang kecut. Kelucuan Abe bersama Papi Benny, dapat disaksikan dalam live-nya di sosial media instagram @abe.daily.
3.Kenkulus
Kepintaran Ken viral saat ia berhasil menghafalkan beberapa rumus matematika, tidak berhenti dengan matematika, Kenneth juga tertarik dengan buku Kalkulus, hingga ia dijuluki dengan Kenkulus.
Aksi menggemaskan Kenkulus saat mampu menghafal banyak rumus matematika, ternyata banyak menarik perhatian. Selain itu, Ken sangat bersemangat untuk belajar, sehingga menginspirasi setiap kalangan masyarakat. Kepintaran Kenkulus dapat selalu diikuti dalam Instagram @imchika.
Baca Juga: Berkat Syuting Video Clip di Chinatown, Lisa Blackpink Berhasil Tingkatkan Omzet Wisata Thailand
Tingkah lucu dan menggemaskan, Ritsuki, Abe Cekut dan Kenkulus memiliki pesona dan keunikan daripada yang lain. Oleh sebab itu, tingkah gemas mereka selalu dinantikan dan menjadi penyemangat. Ritsuki, Abe Cekut dan Kenkulus menjadi kesayangan seluruh masyarakat Indonesia. (Latifah Khoirun Nisa)
Editor : Aditya Novrian