RADAR MALANG - Film terbaru dari sutradara dan aktor asal Malang Bayu Skak, yang tayang sejak 4 juli lalu itu sukses menarik perhatian banyak penonton dengan jalan ceritanya yang seru, menegangkan, tapi juga menggelitik.
Dibintangi oleh Bayu Skak yang merupakan pemeran utama dan sutradara film ini, Nadya Arina, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Dono Pradono, Keisya Levronka, Cak Kartolo, dan masih banyak lagi.
Film ini mengisahkan tentang Bagas (Bayu Skak) dan Lenni (Nadya Arina) yang hendak mendaki ke puncak Gunung Madyopuro.
Mereka bertemu dengan Dicky (Firza Valaza) dan Juna (Benedictus Siregar) di pos pendaftaran, kemudian mereka sepakat untuk mendaki bersama ke puncak Gunung Madyopuro.
Ditengah perjalanan, mereka bertemu dengan Andrew (Indra Pramujito) yang tumbang karena hampir terkena hipotermia, dari sanalah mereka memutuskan untuk bersama-sama mendaki ke puncak Gunung Madyopuro.
Film horor yang dibalut apik dengan komedi ini menarik perhatian khususnya arek-arek Malang karena dialog di film ini yang kebanyakan menggunakan bahasa Jawa Timuran.
Hal itulah yang membuat film ini cukup digemari oleh masyarakat lokal Malang. Namun sayangnya hal itu juga menjadi bumerang untuk film ini.
Salah satu alasannya adalah karena kental dengan guyonan khas tongkrongan lokal arek Jatim, film ini kurang diminati oleh penonton yang tidak fasih berbahasa Jawa karena kurang relate dengan jokesnya atau mungkin bisa saja merasa tersinggung dengan guyonan yang mungkin agak melenceng.
Namun hal itu tidak mengurangi keseruan dari film ini.
Selain itu, tiap-tiap karakter utama di film ini memiliki cerita dan alasan masing-masing yang membuat penonton penasaran, tentang mengapa mereka memutuskan untuk melakukan pendakian ke Gunung Madyopuro.
Jadi tidak hanya horor dan komedi, misteri di film ini juga menjadi salah satu alasan kenapa film ini wajib kalian tonton.
Untuk penonton yang penakut tapi tetap ingin menonton film ini jangan khawatir karena tujuaan dari munculnya hantu-hantu tersebut kebanyakan adalah untuk memancing komedi.
Tapi selain itu ada juga hal yang menyentuh dibalik kemunculan hantu-hantu yang ada di film ini.
Yang paling ikonik dari film ini adalah mitos dari Gunung Madyopuro.
Yaitu kalau kalian mendaki, jangan sampai menoleh kebelakang, Nanti ada yang mengikuti. Tapi, pada akhir film diungkapkan kalau mitos ini memiliki makna yang berbeda.
Secara keseluruhan, film ini memiliki jalan cerita yang seru, memuaskan dan pastinya mengundang gelak tawa dari para penonton.
Tidak hanya tawa, kalian mungkin juga bisa meneteskan air mata dengan cerita haru dibalik tiap-tiap karakternya. (Yovella Divandra A.)
Editor : Aditya Novrian