RADAR MALANG – Film adaptasi dari novel bertajuk Gadis Kretek milik Ratih Kumala baru saja memenangkan nominasi Best Mini series yang digelar di Seoul Internasional Drama Awards 2024.
Pencapaian ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan dari dunia perfilman tanah air. Mengingat persaingan yang ketat dengan lawan cukup berad antara fil-film bergengsi dari luar negeri seperti 3 Body Problem (USA), Moving (Korea Selatan), dan The Worst of Evil (Australia).
Baca Juga: Pencinta Novel Konflik Berat Wajib Baca, Rekomendasi Webnovel dengan Jalan Cerita Epik
Selain itu, pemeran Jeng Yah yang menjadi karakter utama dalam film Gadis Kretek, Dian Sastrowardoyo, menjadi salah satu pemegang kategori Best Actrees bersama lima kandidat lainnya.
Film ini berlatar sejarah kisah industri pembuatan kretek di Indonesia pada tahun 1960-an dengan balutan kisah romansa antara Raja yang terpikat dengan lintingan kretek Jeng Yah yang memiliki rasa manis dari air liur Jeng Yah sebagai perekat kertas linting berisi campuran tembakau dan cengkih.
Pencapaian tersebut mengantarkan Gadis Kretek resmi tayang di Netflix pada tangga 2 November 2024 mendatang. Kabar membahagiakan ini disampaikan secara langsung oleh Sutradara Gadis Kretek, Kamila Andini, melalui akun instagram pribadinya.
“Selamat untuk kita semua! Gadis Kretek berhasil meraih penghargaan Best Mini Series dalam kategori Internasional Competition Program di Seoul Internasional Drama Awards 2024!” Tulis Kamila Andini dalam postingannya (12/9).
Baca Juga: Anak Milenial Pengunjung Perpustakaan Sarankan Tambah Koleksi Komik-Novel
Dini juga menyampaikan betapa bahagia dan bangganya Gadis Kretek dapat bersaing dengan film berkelas lainnya di kancah internasional.
Dikutip dari salah satu akun Instagram @seoulderamaawards yang menyebutkan beberapa film lainnya yang termasuk dalam penghargaan di Seoul terkait drama dengan hak cipta yang bersanding dengan Gadis Kretek.
“Kekayaan Nasional: Karya Seni Berhak Cipta. Kompetisi SDA 2024 di antaranya Justice: Misconduct, Bruised Like a Peach, The Saint, 3 Body Problem, Another Love, Korean-Khitan War.” Tulisnya dalam postingannya. (Nurkumala Dewi)
Editor : Aditya Novrian