RADAR MALANG - Penyakit diabetes, stroke, gagal ginjal telah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Penggunaan Gula, Garam dan Lemak (GGL) pada makanan seringkali tidak terkontrol dan berakibat buruk di akhir.
Saat ini penyakit tidak menular atau PTM, bukan hanya menyerang masyarakat dalam usia lansia, Anak muda berumur 20 tahun bahkan anak-anak kecil sudah mulai cuci darah akibat terlalu banyak mengkonsumsi gula dan garam instan.
Peredaran makanan cepat saji yang murah, dan mudah ditemukan menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya penyakit tidak menular kronis kepada kalangan anak muda. Gula dapat memicu penyakit obesitas, karies gigi, dan alzheimer atau penyakit pikun.
Meskipun tubuh tetap membutuhkan lemak, akan tetapi makanan warga indonesia sangat dekat dengan lemak jahat yang berlebih, lemak jahat sering ditemukan dalam aneka gorengan, makanan cepat saji, serta menu masakan dengan proses pemanggangan. Dampak dari konsumsi lemak jahat berlebih akan menyebabkan penyakit jantung, diabetes tipe 2, penurunan imunitas dan kanker.
Baca Juga: Waspadai Diabetes pada Usia Remaja, Kasus Diabetes di Malang Raya Cenderung Fluktuatif
Sebagian masyarakat Indonesia sudah mulai memiliki kesadaran tentang bahaya gula dan lemak berlebih, namun masih sering terlewat akan ancaman garam. Konsumsi garam berlebih pada tubuh ternyata dapat memicu berbagai penyakit, diantaranya hipertensi, stroke dan ptm lainnya
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemenkes, melalui permenkes Nomor 30 tahun 2013, telah memberikan anjuran konsumsi GGL kepada masyarakat. Permenkes tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan penyakit tidak menular (PTM).
Setiap tubuh dianjurkan untuk mengkonsumsi gula sebanyak 10% atau setara empat sendok makan per hari, sedangkan lemak sebanyak 1 sendok teh atau 5 gram, terakhir untuk konsumsi lemak dianjurkan 20-25% sehari, setara dengan lima sendok makan.
Pentingnya membatasi konsumsi GGL merupakan hal wajib untuk antisipasi penyakit tidak menular. Mengurangi konsumsi Gula, Garam dan Lemak tubuh menjadi salah satu langkah menjaga kesehatan tubuh secara berkala. (Latifah Khoirun Nisa)
Editor : Aditya Novrian