Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Misteri Jembatan Kaliketek di Bojonegoro yang Menyimpan Kisah Mencekam, Muncul Sosok Siluman, Ternyata Lokasi Pembantaian

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Minggu, 22 September 2024 | 11:00 WIB

TERBENGKALAI: Jembatan Kaliketek, Bojonegoro, dulu adalah rel kereta api. Dibangun di zaman Belanda, jembatan itu kini sudah tak berfungsi
TERBENGKALAI: Jembatan Kaliketek, Bojonegoro, dulu adalah rel kereta api. Dibangun di zaman Belanda, jembatan itu kini sudah tak berfungsi

Aura gaib semakin pekat karena jembatan Kaliketek eksis sejak zaman Hindia Belanda.

TERDAPAT dua jembatan di lokasi tersebut.

Dua titian besar bersebelahan di sisi barat dan timur melintang di atas aliran Sungai Bengawan Solo.

Pada sisi timur ada jembatan rel kereta api peninggalan Belanda yang tak lagi digunakan.

Sementara pada sisi barat, terdapat jembatan yang lebih muda dan menjadi akses utama penghubung Desa Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro, dengan Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

Sekilas dua bangunan itu tampak seperti layaknya jembatan pada umumnya.

Hanya, jembatan rel kereta api tak terawat lagi.

Jembatan itu pun terbilang ramai dilalui masyarakat.

Banyak rumah dan warung yang berdiri di sekitar lokasi. Tepatnya di bawah jembatan rel kereta api itu.

Malah ada warung kopi yang kerap digunakan nongkrong warga setempat.

Partini, pemilik warkop di bawah Jembatan Kaliketek, tidak heran lagi dengan beragam fenomena gaib di sana.

Sebelas tahun sudah dia berjualan.

Nyaris setiap malam Jumat, perempuan 58 tahun itu mendapat gangguan dari makhluk gaib.

’’Sudah tak terhitung lagi, beda-beda gangguannya,” kata Partini.

AURA GAIB: Kerap muncul beragam  fenomena mistis pada area bekas  rel kereta api di Jembatan Kaliketek.
AURA GAIB: Kerap muncul beragam fenomena mistis pada area bekas rel kereta api di Jembatan Kaliketek.

Ketika sedang menjaga warkop, tiba-tiba muncul bau bedak bayi, suara perempuan nangis, sampai aroma amis kaya bau darah.

Bukan hanya Partini, bau amis itu juga kerap meneror warga sekitar.

Diduga berasal dari peristiwa pembantaian berdarah yang terjadi di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo tersebut.

Partini kecil kerap diceritakan kedua orang tuanya bahwa Jembatan Kaliketek pernah menjadi saksi peristiwa pemberontakan 1965.

Banyak peristiwa pembunuhan dan mayatnya dibuang di bawah Jembatan Kaliketek.

’’Katanya dulu warna air sungainya jadi merah darah. Sampai berbulan-bulan nggak hilang warnanya,” ungkapnya.

Kisah getok tular tersebut ditambah dengan keberadaan sejumlah makhluk gaib semakin menguatkan aura mistis di sekitar lokasi.

Salah satu makhluk yang cukup masyhur di kalangan warga sekitar adalah genderuwo.

Partini seperti malam-malam biasanya sedang duduk menunggu kedatangan pembeli ketika bau singkong rebus timbul tenggelam menusuk hidungnya.

Dia lantas tersadar, keberadaan bau tersebut menjadi penanda kemunculan genderuwo.

Perlahan Partini menoleh ke arah jembatan dan mendapati bayangan hitam pekat dengan mata menyala sedang menatap ke arahnya.

’’Sosoknya gede, tinggi, item semua badannya. Lagi ngangkangi jembatan,” ucapnya.

Penunggu Jembatan Kaliketek bukan hanya genderuwo, melainkan juga makhluk siluman.

Sebagaimana dituturkan Saiful Arif, warga Banjarsari, yang memiliki hobi memancing.

Dia kerap melempar kail sembari menunggu tangkapan ikan di bawah jembatan.

Tengah malam hingga subuh menjelang menjadi waktu favoritnya untuk pergi memancing.

Saat asyik memancing, Arif dikejutkan dengan kemunculan seekor ular raksasa.

Ukuran ular tersebut nyaris sebesar paku bumi yang ditancapkan sebagai penyangga jembatan.

’’Kalau ular biasa nggak mungkin sebesar itu. Wong, ini gede banget ularnya sampai nggak kelihatan ujungnya di mana,” bebernya.

Di samping siluman ular, terdapat siluman buaya putih yang menjadi penunggu di bawah jembatan.

Namun, sosok tersebut hanya muncul pada momen-momen tertentu.

Seperti menjadi semacam pertanda akan kedatangan marabahaya.

’’Dulu pernah banyak warga yang lihat. Ternyata nggak berapa lama banjir besar datang,” tandasnya. (leh/c7/son)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kemunculan #lokasi pembantaian #Bojonegoro #penampakan #jembatan kaliketek #siluman