Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Osob Ngalaman : Cerminan Unik Kearifan Lokal dari Tanah Malang

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 22:00 WIB

Ilustrasi Masyarakat Malang
Ilustrasi Masyarakat Malang

RADAR MALANG - Malang Raya terkenal dengan warisan budayanya, salah satunya adalah Osob Ngalaman atau Bahasa Ngalaman.

Bahasa ini merupakan salah satu dialek unik yang digunakan oleh masyarakat Malang, khususnya di kalangan warga lokal yang telah tinggal lama di kawasan tersebut.

Lebih dari sekedar dialek, Bahasa Ngalaman menjadi cerminan kearifan lokal masyarakat Malang yang terus berkembang di tengah arus modernisasi.

Baca Juga: Bahasa Khas Arek Malang Berikut Ini sudah Populer di Kalangan Milenial sampai Boomer, Gen Z Ngalam Perlu Tahu

Bahasa Ngalaman tidak hanya sebatas variasi dari Bahasa Jawa, melainkan memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari dialek lain.

Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan tata bahasa yang terbalik, atau yang sering disebut “walikan” oleh warga lokal.

Misalnya kata “Malang” menjadi “Ngalam”, “rek” menjadi “ker”, dan “saya” menjadi “ayas”.

Baca Juga: Kamus Malangan: Makmu Kiper

Penggunaan bahasa walikan ini telah menjadi bagian identitas masyarakat Malang, memberikan warna tersendiri dalam kehidupan sehari-hari mereka. 

Selain bahasa walikan, bahasa ngalam juga mengandung kosakata unik yang tidak ditemukan pada bahasa daerah lain.

Misalnya, kata “cakcuk” yang sering digunakan oleh masyarakat lokal sebagai bentuk ekspresi spontan, mirip dengan penggunaan kata “waduh” atau “aduh” dalam Bahasa Indonesia.

Baca Juga: UKM UM Pamerkan 21 Motif Batik Khas Malangan di MCC

Ada juga istilah “ngalep” yang berarti “berangkat ke arah tertentu” atau “dempul” yang merujuk pada kondisi lelah atau ngantuk.

Kendati demikian, keberadaan Bahasa Ngalaman kini mulai terancam oleh derasnya arus globalisasi dan pengaruh bahasa asing.

Generasi muda, khususnya yang tinggal di perkotaan, perlahan-lahan mulai meninggalkan penggunaan bahasa ini dalam percakapan sehari-hari. 

Bahasa Ngalaman bukan hanya tentang cara berbicara, tetapi juga merupakan simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Malang.

Dengan kekayaan kearifan lokal yang terkandung didalamnya, Bahasa Ngalam menjadi jembatan penghubung antara masa lalu dan masa sekarang, yang membawa cerita tentang kehidupan masyarakat Malang dari generasi ke generasi. 

Meskipun menghadapi tantangan di era globalisasi, semangat untuk melestarikan Bahasa Ngalaman tetap harus tetap hidup.

Sebagai cerminan unik dari kearifan lokal Malang, bahasa ini layak mendapatkan perhatian dan apresiasi dari kita semua agar tidak hilang tergerus zaman.

(SILVIA SUPRIYANTI)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#bahasa #unik #malang #ngalam #kearifan lokal