ISTILAH ini cukup familiar bagi Arek Malang dan memang masuk dalam kamus malangan.
Kata tersebut juga masih digunakan sampai hari ini oleh Arek Malang ketika memberi petunjuk kendaraan roda empat untuk mundur.
Kata ganti dalam kamus malangan itu adalah atret, yang berasal dari serapan Bahasa Belanda.
Yakni achteruit, yang artinya ke belakang.
Bedanya, achteruit bisa digunakan untuk berbagai aktivitas.
Sedangkan atret hanya untuk mobil yang berjalan mundur.
Budayawan Malang Dwi Cahyono membenarkan asal muasal kata atret tersebut.
Karena penyebutan achteruit agak sulit bagi orang Jawa, sejak dulu diganti menjadi atret.
”Penggunaan atret masih banyak digunakan orang orang tua. Sedangkan golongan muda sudah tidak banyak menggunakannya,” terangnya.
Selain achteruit, ada beberapa serapan istilah Bahasa Belanda yang berhubungan dengan mobil.
Seperti verseneling, yang menjadi perseneleng.
Rem dalam Bahasa Belanda bacaannya juga sama, yakni rem.
Kemudian setir dalam Bahasa Belanda disebut stuur. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana