RADAR MALANG - Film animasi milik Walt Disney, Moana 2, sejak perilisannya telah meraup pendapatan global sebesar USD 375 juta atau setara dengan Rp 5,94 triliun.
Dilansir dari Forbes, Moana 2 telah memecahkan rekor untuk jumlah penonton pada Hari Thanksgiving dan Black Friday.
Bahkan setelah dua hari tersebut, Moana 2 semakin melaju kencang.
Baca Juga: Penuh Tangis, Go Hyun Jung Sampaikan Permohonan agar Tak Lagi Dihakimi atas Kesalahan Masa Lalu
Jauh dari kata mengecewakan, produksi domestik yang sangat pesat menjelang Thanksgiving diperkirakan akan menghasilkan USD 215 juta–USD 220 juta, sementara box office internasional diperkirakan akan melampaui USD 150 juta.
Hingga Jumat, total pendapatan di seluruh dunia adalah USD 192,7 juta.
Diperkirakan, Moana 2 akan meraup USD 400 juta hingga hari Senin berkat libur panjang akhir pekan.
Baca Juga: Film Women From Rote Island Dapat Dukungan Penuh untuk Maju Mewakili Indonesia di Piala Oscar 2025
“Saya perkirakan Moana 2 akan mencapai USD 650-700 juta pada penutupan bisnis hari Minggu depan, tergantung pada seberapa besar kinerjanya melampaui sisa akhir pekan ini dan pada hari kerja awalnya,” ujar Mark Hughes dari Forbes (30/11).
Moana 2 merupakan film sekuel dari Moana (2016) yang dirilis pada hari Rabu (27/11) kemarin.
Awalnya, Moana 2 dikembangkan sebagai serial televisi sebelum akhirnya diputuskan untuk digarap ulang sebagai sekuel teater.
Baca Juga: Sukses Besar, Film Wicked Raup 164,2 Juta Dollar Pendapatan Global
Film ini diproduseri oleh Christina Chen dan Yvett Merino, serta melibatkan lagu-lagu terbaru dari Abigail Barlow dan Emily Bear.
Selain itu, film ini disutradarai oleh David Derrick Jr., Jason Hand, dan Dana Ledoux Miller. Sekuel ini menyatukan kembali pengisi suara Auli’i Cravalho (Moana) dan Dwayne Johnson (Maui).
Bertempat tiga tahun setelah mengembalikan jantung Te Fiti, dalam sekuel ini Moana kembali ditugaskan dengan misi yang lebih besar dari apa pun yang pernah dihadapinya sebelumnya.
Yaitu menemukan pulau Motufetū yang hilang untuk menyatukan kembali berbagai komunitas masyarakat pulau dan navigator melalui lokasi titik pertemuan utama, yang diselimuti oleh dewa badai Nalo dengan kutukan. (Sofia Fasya Nadhira)
Editor : Aditya Novrian