RADAR MALANG - Konser The Eras Tour milik Taylor Swift telah selesai diselenggarakan pada Minggu (8/12) lalu.
Konser Taylor Swift yang diadakan selama hampir dua tahun ini berhasil meraup pendapatan lebih dari Rp 31 triliun, terbanyak sepanjang sejarah.
Taylor Swift pun memberikan bonus kepada semua kru turnya atas kesuksesan yang besar ini.
Dilansir dari People, Sejak pertama kali The Eras Tour diselenggarakan hingga selesai, Swift telah memberikan tambahan hingga Rp 3 triliun untuk semua yang bekerja bersamanya.
Itu mulai dari supir truk, juru masak, teknisi instrumen, tata lampu dan suara, staf produksi dan asisten, tukang kayu, penari, hingga band.
Selain mereka, ada juga tim keamanan, fotografer, teknisi kembang api, penata rambut, tata rias, terapis fisik, pakaian, hingga tim video.
Dengan itu, Swift telah memberi mereka sekitar 10 persen pendapatannya dari konser tersebut.
Sebelumnya pada Agustus 2023, saat konser masih berjalan selama lima bulan, People menyebut Swift juga telah memberikan lebih dari Rp 874 miliar sebagai bonus.
Dalam konser terakhir The Eras Tour di Vancouver, Kanada, Swift memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, khususnya para penggemar.
"Kita telah berkeliling di seluruh dunia," ujar Swift.
Ia mengadakan 149 konser di 51 kota dan 21 negara yang berbeda.
"Kita telah melalui begitu banyak petualangan. Itu adalah hal yang paling menarik, hebat, menggetarkan, intens, dan paling menantang yang pernah saya lakukan sepanjang hidup saya," tambahnya.
Secara keseluruhan, kabarnya The Eras Tour dihadiri oleh 10.168.008 orang.
Pada Februari lalu, konser Swift di Melbourne, Australia, disaksikan oleh 96 ribu orang.
Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam sehari baik dalam The Eras Tour maupun sepanjang karier bermusiknya.
Kemudian, dalam kurun waktu empat hari, konser The Eras Tour yang diadakan di Stadion Wembley, London, dihadiri oleh 753.112 orang.
Pendapatan Swift dalam tur ini pun naik dua kali lipat dibanding yang diperkirakan pada akhir 2023 lalu. (CLEMENS KRISTO BUDIUTOMO)
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang