Senat Brasil resmi mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) yang melarang siswa menggunakan gawai di lingkungan sekolah.
Larangan ini diberlakukan untuk menjaga kesehatan mental, fisik, dan psikologis anak-anak serta remaja.
“ Aturan ini bertujuan melindungi kesehatan mental, fisik, dan psikologis siswa dengan melarang penggunaan gawai selama proses belajar di kelas maupun saat jam istirahat, ” demikian bunyi pernyataan yang dirilis pada Rabu (18/12).
Namun, sejumlah pengecualian tetap diberikan, seperti untuk keadaan darurat, kebutuhan akademis, serta upaya mendukung aksesibilitas dan inklusi, termasuk perlindungan kesehatan siswa remaja.
Sebelumnya, RUU ini telah mendapat persetujuan dari majelis rendah Kongres Brasil pekan lalu sebelum akhirnya diteruskan ke senat. Dalam pembahasan di senat, aturan ini disepakati tanpa revisi.
Langkah selanjutnya adalah menunggu persetujuan resmi dari presiden agar rancangan ini dapat diresmikan sebagai undang-undang.
Adanya peraturan ini juga akan memberikan dampak positif pada siswanya. Dengan tidak adanya distraksi dari HP, siswa dapat lebih fokus dalam memahami materi pelajaran.
Aktivitas di kelas menjadi lebih produktif karena siswa tidak tergoda untuk membuka media sosial, bermain gim, atau mengirim pesan selama pembelajaran berlangsung.
Tanpa HP, siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan teman-temannya.
Percakapan tatap muka dan kerja sama dalam kelompok akan lebih mendominasi, sehingga membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial dan emosional mereka. (Silvia)
Editor : Aditya Novrian