Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Melatih Anak Puasa Setengah Hari, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Aditya Novrian • Kamis, 6 Maret 2025 | 19:05 WIB

Ilustrasi Anak bersama Ibu sedang menyantap makanan (pexels).
Ilustrasi Anak bersama Ibu sedang menyantap makanan (pexels).

RADAR MALANG - Puasa merupakan salah satu ibadah wajib bagi umat Islam yang telah mencapai usia baligh. 

Namun, bagaimana dengan anak-anak yang masih dalam tahap belajar? 

Salah satu metode yang digunakan untuk memperkenalkan ibadah puasa kepada anak-anak adalah puasa setengah hari atau yang dikenal dengan puasa bedug.

Baca Juga: Menelan Sisa Makanan di Gigi Saat Puasa, Batal atau Tidak? 

Berikut ini penjelasan mengenai puasa bedug, hukumnya dalam Islam, serta bagaimana cara mengajarkannya kepada anak.

Puasa bedug adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan puasa setengah hari yang biasanya dilakukan oleh anak-anak yang sedang belajar berpuasa. 

Disebut "puasa bedug" karena anak-anak diperbolehkan berbuka pada waktu dzuhur, bertepatan dengan saat bedug tanda salat dzuhur berkumandang. 

Setelah berbuka, mereka dianjurkan untuk melanjutkan kembali puasanya hingga waktu maghrib. 

Puasa ini bertujuan untuk melatih anak-anak agar terbiasa dengan ibadah puasa sebelum mereka mencapai usia baligh dan diwajibkan berpuasa penuh.

Secara hukum, anak-anak yang belum baligh tidak diwajibkan untuk berpuasa. 

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: “Kewajiban diangkat dari tiga orang, yaitu anak kecil hingga ia baligh, orang yang tidur hingga bangun, orang gila sampai ia sadar.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). 

Meskipun tidak diwajibkan, para ulama menyarankan agar anak-anak mulai diperkenalkan dengan puasa sejak dini. 

Baca Juga: Sering Kalap Saat Lihat Makanan? Ini Cara Ampuh Cegah Lapar Mata saat Puasa!

Dalam kitab Al-Muhadzzab disebutkan: “Anak kecil tidak wajib baginya berpuasa, Anak kecil berumur tujuh tahun diperintahkan untuk berpuasa apabila ia kuat, dan anak yang sudah berumur sepuluh tahun dipukul jika meninggalkan puasa, diqiyaskan dengan sholat.” 

Dengan demikian, puasa bedug dapat dijadikan sebagai metode pendidikan bagi anak-anak agar mereka terbiasa dengan ibadah ini sebelum mencapai usia baligh.

Bagi orang tua yang ingin melatih anak-anak mereka berpuasa, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan. 

Pertama, memberikan pemahaman tentang puasa. Orang tua perlu menjelaskan kepada anak tentang makna puasa, bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. 

Kedua, melibatkan anak dalam sahur. Meskipun anak hanya berpuasa setengah hari, penting untuk mengajaknya makan sahur agar terbiasa mengikuti kebiasaan bulan Ramadan. 

Ketiga, menentukan durasi puasa yang bertahap, misalnya usia 5-6 tahun, puasa hingga pukul 10 pagi, usia 7 tahun, puasa hingga waktu dzuhur, dan usia 8-9 tahun, mencoba puasa hingga ashar sebelum akhirnya berlatih puasa penuh.

Baca Juga: Tidak Sahur Saat Puasa, Masih Bisa Lanjut atau Harus Batal?

Keempat, memberikan motivasi dan dukungan. Berikan pujian atau hadiah kecil agar anak semakin semangat dalam menjalankan puasa. 

Kelima, mengajak anak beraktivitas agar tidak bosan. Libatkan anak dalam kegiatan Ramadan seperti membaca Al-Qur’an, mendengarkan kisah Islami, atau membantu persiapan berbuka. 

Keenam, menjadi contoh yang baik. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua, sehingga orang tua harus menunjukkan semangat dalam menjalankan puasa agar anak termotivasi.(fd)

Editor : Aditya Novrian
#Puasa setengah hari #melatih anak puasa #anak belajar puasa #fiqih #puasa bedug #hukum puasa