RADAR MALANG—Bulan Ramadhan adalah waktu di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Selama periode ini, banyak yang merasakan peningkatan rasa kantuk, terutama di siang hari.
Fenomena ini memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan perubahan pola tidur, pola makan, dan ritme sirkadian tubuh.
Perubahan Pola Tidur dan Aktivitas Malam Hari
Selama Ramadhan, aktivitas malam hari meningkat, seperti salat tarawih dan sahur, yang menyebabkan waktu tidur malam berkurang.
Penundaan waktu tidur dan bangun lebih awal untuk sahur dapat mengganggu kualitas tidur, sehingga tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup.
Kekurangan tidur ini berkontribusi pada rasa kantuk di siang hari.
Perubahan Pola Makan dan Asupan Energi
Puasa mengubah pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali, yaitu saat berbuka dan sahur.
Perubahan ini dapat memengaruhi kadar gula darah dan metabolisme tubuh.
Penurunan asupan makanan dan cairan selama puasa dapat menyebabkan kadar glukosa darah menurun, yang berdampak pada penurunan energi dan meningkatkan rasa kantuk.
Dehidrasi dan Asupan Cairan yang Kurang
Dilansir dari halodoc.com, selama puasa, asupan cairan terbatas pada waktu berbuka hingga sahur.
Jika tidak cukup minum air pada periode tersebut, tubuh dapat mengalami dehidrasi.
Dehidrasi dapat menyebabkan penurunan volume darah, yang mengurangi suplai oksigen ke otak dan otot, sehingga menimbulkan rasa lelah dan kantuk.
Perubahan Ritme Sirkadian
Dikutip dari okezone.com, ritme sirkadian adalah jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Perubahan aktivitas dan pola tidur selama Ramadhan dapat mengganggu ritme sirkadian, menyebabkan tubuh merasa mengantuk pada waktu yang tidak biasa.
Penurunan hormon kortisol, yang membantu kita tetap terjaga di siang hari, juga berkontribusi pada rasa kantuk saat puasa.
Cara Mengatasi Rasa Kantuk saat Puasa
Untuk mengurangi rasa kantuk selama puasa, beberapa langkah dapat diambil:
Mengatur Pola Tidur: Usahakan tidur lebih awal dan manfaatkan waktu siang untuk tidur sejenak (power nap) guna memulihkan energi.
Pola Makan Seimbang: Konsumsi makanan yang kaya protein, serat, dan karbohidrat kompleks saat sahur untuk menjaga kadar gula darah stabil lebih lama.
Asupan Cairan yang Cukup: Pastikan minum air yang cukup antara waktu berbuka dan sahur untuk mencegah dehidrasi.
Aktivitas Fisik Ringan: Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki setelah berbuka untuk meningkatkan sirkulasi darah dan energi.
Dengan memahami penyebab ilmiah di balik rasa kantuk saat puasa dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih produktif dan bugar. (Talita)
Editor : Aditya Novrian