Penderita GERD masih khawatir untuk lakukan puasa penuh?
Simak Fakta Ini! - Puasa sering dianggap beresiko bagi penderita GERD (gastroesophageal reflux disease), namun penelitian membuktikan sebaliknya.
Studi oleh Radhiyatam M, dkk tahun 2016 menunjukkan bahwa puasa Ramadan dapat meredakan gejala GERD.
Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 130 penderita GERD yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang berpuasa dan yang tidak berpuasa.
Hasilnya, penderita GERD yang berpuasa mengalami penurunan gejala secara signifikan.
Baca Juga: Malu Ngobrol Saat Puasa Karena Bau Mulut? Coba Cara Ini Biar Percaya Diri Lagi!
Manfaat ini diduga karena pola makan yang lebih teratur yaitu hanya dilakukan saat sahur dan berbuka, berkurangnya konsumsi camilan tidak sehat, berhenti merokok, serta pengelolaan stress yang lebih baik selama bulan Ramadan.
Namun, meskipun penderita GERD dapat terhindar dari resiko kambuhnya penyakit ini saat puasa, penderita GERD tetap dianjurkan untuk makan makanan yang tinggi serat saat sahur, menghindari makanan pedas dan berlemak, serta tidak langsung tidur setelah makan.
Baca Juga: Hindari 5 Makanan Ini Saat Berbuka Puasa agar GERD Tak Kambuh!
Yang terpenting namun sering menjadi kelalaian adalah menahan gejolak emosional untuk makan berlebihan di jam pertama makan, penderita GERD wajib untuk makan secara bertahap di waktu berbuka hingga sahur, makan sekaligus dalam porsi banyak saat perut dalam kondisi makan tidak dapat memberi waktu bagi lambung untuk mengelola makanan.
Puasa Ramadan bisa menjadi momentum untuk memperbaiki pola hidup sekaligus meredakan gejala GERD, asalkan dijalani dengan pola makan yang sehat dan seimbang. (NR)