Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tonjolkan Keunikan dengan Tembaga dan Resin, Berbagai Jenis Aksesori di Graha Tumapel Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Minggu, 23 Maret 2025 | 18:21 WIB
VARIASI: Aksesori gelang dari bunga kering berbalut resin ditawarkan toko Asto di Pasar Santai.
VARIASI: Aksesori gelang dari bunga kering berbalut resin ditawarkan toko Asto di Pasar Santai.

BERBAGAI jenis aksesori terpajang di Graha Tumapel, Kidul Dalem, Klojen, Kota Malang kemarin.

Mulai dari cincin, gelang, hingga kalung dijual pada event Pasar Santai tersebut.

Bahan yang digunakan juga beraneka ragam.

Seperti tembaga dan resin.

Bahan tembaga kebanyakan digunakan untuk cincin, dengan kawat tembaga yang dibentuk melingkar seukuran jari.

Kemudian dililitkan membentuk motif-motif tertentu.

Dengan warna kekuningan khas tembaga, cincin jenis itu menjadi cukup unik dan berbeda.

Perajin cincin tembaga Rizky Putri Anggraini mengatakan, dia memilih bahan kawat tembaga karena mudah dibentuk.

Hasil karyanya yang dia beri nama Haijiwani itu dibentuk sendiri dan menggunakan tangan dan tang.

“Karena aku belajarnya otodidak, jadi cari bahan yang bisa diulik tanpa mesin,” kata dia.

Selain cincin, perempuan yang akrab disapa Kiky tersebut juga membuat anting dan gelang dari tembaga.

Namun, cincin jadi yang paling banyak dicari.

Kiky bisa menghabiskan waktu sekitar 20 menit sampai 3 jam untuk membuat satu cincin.

Dia juga lebih banyak menggunakan tangan dibanding tang.

“Karena kalau pakai tang akan ada bekasnya di kawat,” kata dia.

Risikonya, kuku jari tangannya sampai rusak karena setiap hari membuat cincin.

Sejak 2019 Kiky menjual karya-karyanya tersebut baik melalui online shop, media sosial, hingga eventevent seperti kemarin.

Dalam satu event, dia bisa menjual sekitar 200 aksesori.

Dia menjualnya dengan harga mulai Rp 30 ribu per cincin.

Dia juga menambahkan batu permata atau gemstone untuk mempercantik cincin.

Gemstone juga memiliki mitos-mitos tersendiri.

Seperti amethyst stone yang memiliki mitos dapat menangkal efek racun atau dapat melindungi diri si pengguna.

Di tempat lain, Founder dan Owner Asto Fani Andika menambahkan, peminat aksesori dengan bahan resin di Kota Malang masih belum seramai kota-kota lainnya.

Sebab, dianggap harganya masih cukup mahal. “Dulu awal memulai bisnis ini, kami survei pasarnya di Bali,” tuturnya. (dur/by)

Editor : A. Nugroho
#Graha #Event #pasar #tembaga #resin #Tumapel #Kota Malang #klojen #bahan #aksesori #santai