Bukhur adalah sejenis wewangian yang dibuat dari serutan kayu gaharu (oud) yang dicampurkan dengan minyak wangi dan digunakan sebagai pengharum ruangan.
Di era modern, pengharum ruangan lebih sering hadir dalam bentuk aerosol atau cairan beraroma yang dicampur dengan zat tertentu dan disemprotkan menggunakan sprayer manual atau elektronik.
Meskipun demikian, tradisi membakar wewangian tidak menghilang, justru semakin populer.
Baca Juga: Rahasia Cara Pilih Outfit yang Bikin Kulit Cerah di Hari Lebaran, Wajib Coba!
Bagi umat Muslim, penggunaan minyak wangi dan pembakaran bukhur diyakini sebagai Sunnah Nabi Muhammad SAW.
1. Bukhur Gaharu
Bukhur ini dibuat dari kayu gaharu asli yang memiliki aroma segar dan tahan lama. Aroma khasnya menjadikannya pilihan utama bagi pecinta wewangian alami.
2. BuKhur Sulaiman
Buhur tradisional yang sangat populer di budaya Timur Tengah.
Tersedia dalam berbagai bentuk seperti serbuk hitam, toples, dan segi enam, buhur ini dikenal dengan keharumannya yang khas.
Baca Juga: Unik dan Beragam, Tradisi Lebaran di Berbagai Negara
3. Bukhur Salwa
Memiliki ciri khas berwarna merah atau hitam, bukhur ini dibuat dari kayu salwa yang dicampur dengan minyak cendana merah.
Ketika disentuh, bukhur ini akan meninggalkan bekas warna pada tangan.
4. Bukhur Maghribi
Dibuat dari kombinasi kayu gaharu dan cendana yang telah dihaluskan serta dicampur dengan minyak khusus.
Bukhur ini memiliki aroma menyengat, tekstur sedikit basah, serta warna hitam.
Asap yang dihasilkan berwarna putih kehijauan.
Baca Juga: Suguhan Lebaran Anti Ribet! Ini Dia Jajanan Kiloan yang Bisa Jadi Pilihan
5. Bukhur Al-Yamani
Dibuat dari campuran tujuh getah pohon yang berbeda, bukhur ini memiliki warna hitam dengan butiran kristal merah.
Aromanya lembut dan tidak sekuat bukhur Maghribi, menjadikannya pilihan yang disukai bagi mereka yang menyukai wewangian halus.
Aroma bukhur yang sesuai dengan nuansa ruangan akan melengkapi momen Hari Raya Idul Fitri yang sangat dinantikan. (NR)