MALANG KOTA - Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia menyaksikan gelombang demonstrasi besar-besaran yang menuntut perubahan kebijakan pemerintah.
Namun, aksi-aksi ini seringkali berakhir dengan situasi tegang dan kekerasan.
Oleh karena itu, penting bagi partisipan untuk mempersiapkan diri secara matang agar tetap aman selama mengikuti unjuk rasa.
Berikut beberapa langkah penting yang dapat dilakukan sebelum dan saat demonstrasi berlangsung:
Baca Juga: Demo RUU TNI: Sejumlah Mahasiswa Jadi Korban, Apa yang Terjadi?
1. Perencanaan Matang
Pastikan setiap anggota tim memiliki peran yang jelas, seperti koordinator, penanggung jawab medis, komunikator, dan pengamat situasi.
Tentukan titik lokasi berkumpul, pusat aksi, dan rute evakuasi darurat.
Gunakan platform komunikasi yang aman seperti Signal untuk memantau situasi dan memberikan peringatan dini.
Baca Juga: Aksi Demo Protes UU TNI di Depan Gedung DPRD Kota Malang Sempat Diwarnai Kericuhan
2. Kontak Darurat
Simpan nomor darurat seperti keluarga, lembaga bantuan hukum, dan ambulans.
Pastikan semua anggota tim memiliki akses ke informasi ini, termasuk nomor rumah sakit terdekat.
3. Membawa Perlengkapan
Bawa perlengkapan seperti masker, kacamata pelindung, dan obat-obatan untuk menghadapi gas air mata.
Odol dapat digunakan sebagai alternatif untuk membersihkan mata dari gas air mata.
4. Memahami Tujuan dan Isu yang Diperjuangkan
Sebelum turun ke jalan, penting untuk memahami alasan demo dan tuntutan yang akan disuarakn sehingga unjuk rasa yang disampaikan jelas dan tidak membuat berita baru yang tidak pasti.
Pastikan untuk membaca berita, dokumen resmi, atau media sosial mengenai isu tuntutan yang akan disuarakan.
5. Kenakan Pakaian yang Tepat
Gunakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan kondisi cuaca.
Hindari penggunaan aksesori berlebihan yang dapat menghambat pergerakan.
Sepatu yang kuat dan nyaman sangat disarankan untuk menghindari cedera saat bergerak di kerumunan.
Baca Juga: Ribuan Warga di Serbia Demo Besar Besaran Anti-Korupsi
6. Tetap dalam Kelompok
Selalu berada di dalam barisan kelompok untuk mempermudah koordinasi dalam situasi darurat.
Hindari untuk bergerak sendirian.
7. Menjaga Ketenangan dan Hindari Provokasi
Bersikap tenang adalah kunci utama dalam menghadapi situasi tegang.
Jangan mudah terpancing emosi atau melakukan tindakan yang dapat memicu konflik. Jika terjadi bentrokan, segera menjauh dan cari tempat yang lebih aman.
8. Evakuasi Cepat
Jika terjadi kericuhan, evakuasi diri ke tempat aman seperti rumah sakit atau tempat umum. Jangan berusaha melawan aparat keamana.
Dengan mempersiapkan diri secara matang dan mengikuti panduan keamanan, partisipan dapat meminimalkan risiko cedera atau penangkapan. (Tiwi)
Editor : Aditya Novrian