Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kenapa Harus Ziarah Kubur Saat Lebaran? Ini Penjelasannya

Aditya Novrian • Senin, 31 Maret 2025 | 21:20 WIB

Ilustrasi ziarah ke Kuburan (pexels).
Ilustrasi ziarah ke Kuburan (pexels).

RADAR MALANG - Ziarah kubur telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran bagi umat Muslim di Malang. 

Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta momen refleksi spiritual. 

Namun, bagaimana sebenarnya sejarah dan makna mendalam dari ritual ini?

Baca Juga: Berburu Menu Lebaran yang Nggak Biasa di Malang

Menurut berbagai sumber, tradisi ziarah kubur di Nusantara berakar sejak masa penyebaran Islam oleh para Walisongo. 

Mereka mengadaptasi praktik nyekar yang sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha dan menyesuaikannya dengan ajaran Islam.

Di Arab sendiri, pada awalnya Nabi Muhammad SAW melarang ziarah kubur karena khawatir dapat melemahkan keimanan umat Islam yang masih baru dalam ajaran tauhid. 

Pada masa pra-Islam, praktik ini sering dikaitkan dengan pemujaan arwah leluhur. 

Namun, seiring semakin kuatnya iman umat Islam, Nabi Muhammad SAW kemudian membolehkannya dengan tujuan mengingat kematian (dzikr al-maut), yang penting dalam memperkuat keimanan dan kesadaran akan kefanaan hidup di dunia.

Ziarah kubur memiliki kaitan erat dengan puasa Ramadan dan Hari Raya Lebaran. 

Puasa tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan proses penyucian jiwa. 

Baca Juga: Libur Lebaran, Ini Rekomendasi Wisata Pantai di Malang Selatan

Sementara itu, Lebaran menjadi momentum mempererat silaturahmi dan saling memaafkan.

Dalam konteks ini, ziarah kubur menjadi bagian dari penyempurnaan spiritual. 

Mengunjungi makam orang tua atau kerabat yang telah meninggal mengingatkan umat Islam akan akhir kehidupan dan pentingnya mempersiapkan diri untuk akhirat. 

Selain itu, ziarah kubur juga menjadi bentuk doa dan penghormatan kepada mereka yang telah lebih dulu berpulang.

Di Malang, tradisi ziarah kubur saat Lebaran masih sangat kental. 

Banyak keluarga yang berbondong-bondong mendatangi makam leluhur setelah salat Idulfitri. 

Mereka membersihkan makam, menaburkan bunga, serta membaca doa dan tahlil untuk mendoakan arwah yang telah meninggal.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Lebaran di Malang yang Wajib Dicoba

Selain sebagai ritual keagamaan, ziarah kubur juga menjadi momen introspeksi dan refleksi atas kehidupan. 

Kesadaran bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali ke Sang Pencipta menjadikan tradisi ini lebih dari sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebagai pengingat akan arti kehidupan dan kematian.(fd)

Editor : Aditya Novrian
#lebaran #ziarah kubur lebaran #ziarah kubur