RADAR MALANG - Hari Raya Idulfitri adalah momen istimewa bagi umat Muslim untuk bersilaturahmi dan saling bermaafan.
Salah satu tradisi yang selalu dilakukan adalah menerima tamu di rumah.
Dalam Islam, ada beberapa adab yang dianjurkan ketika menyambut tamu agar silaturahmi tetap penuh berkah dan membawa kebahagiaan.
Berikut beberapa adab menerima tamu saat Lebaran dalam Islam yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: Berburu Menu Lebaran yang Nggak Biasa di Malang
1. Menyambut Tamu dengan Senyum dan Salam
Islam mengajarkan bahwa senyum adalah bentuk sedekah. Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kamu meremehkan kebaikan sedikit pun, meskipun hanya dengan bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri." (HR. Muslim).
Oleh karena itu, saat menerima tamu di hari Lebaran, sambutlah mereka dengan wajah cerah, senyuman tulus, dan salam yang hangat.
Ketika tamu mengucapkan salam, jangan lupa juga untuk menjawab salam tamu tersebut.
Baca Juga: Libur Lebaran, Ini Rekomendasi Wisata Pantai di Malang Selatan
2. Menyediakan Tempat yang Nyaman
Sebagai tuan rumah, penting untuk memberikan kenyamanan kepada tamu.
Rasulullah ﷺ mencontohkan untuk memuliakan tamu dengan memberikan tempat duduk yang layak dan kondisi rumah yang bersih.
Pastikan ruangan tertata rapi agar tamu merasa dihargai dan betah saat berkunjung.
3. Menyediakan Hidangan yang Layak
Menjamu tamu dengan hidangan yang baik merupakan bentuk penghormatan dalam Islam.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan." (QS. Al-Insan: 8).
Meskipun sederhana, suguhan yang diberikan dengan penuh keikhlasan akan mendatangkan keberkahan.
4. Tidak Bertanya Hal yang Bersifat Pribadi
Saat berbincang dengan tamu, gunakan tutur bahasa yang sopan dan lemah lembut
Hindari pertanyaan yang terlalu pribadi, seperti masalah keuangan, pekerjaan, atau kehidupan rumah tangga mereka.
Islam mengajarkan untuk menjaga perasaan orang lain dan tidak membuat mereka merasa tidak nyaman.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Lebaran di Malang yang Wajib Dicoba
5. Tidak Berlebihan dalam Menerima Tamu
Meskipun menjamu tamu adalah hal baik, tetapi Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal.
Jangan sampai menyulitkan diri sendiri dengan menyediakan jamuan yang berlebihan hingga di luar kemampuan.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan." (HR. Baihaqi).
Baca Juga: Nastar: Lebih dari Sekadar Kue Lebaran, Simbol Kemakmuran dan Kebersamaan
6. Menghormati Waktu Kunjungan
Sebagai tuan rumah, penting untuk memahami batas waktu menerima tamu.
Jika tamu datang terlalu lama, secara halus kita bisa memberikan isyarat bahwa waktu kunjungan sudah cukup.
Begitu pula jika kita menjadi tamu, sebaiknya tidak terlalu lama berkunjung agar tuan rumah tetap nyaman.
Menerima tamu saat Lebaran adalah bagian dari ibadah dan bentuk nyata dari silaturahmi dalam Islam.
Dengan menerapkan adab yang diajarkan dalam Islam, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat.
Semoga setiap kunjungan di Hari Raya membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi semua. (rossa)
Editor : Aditya Novrian