RADAR MALANG – Lebaran selalu identik dengan kebersamaan dan kebahagiaan, termasuk bagi anak-anak yang kerap menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, alih-alih sekadar menjadi uang jajan tambahan, THR dapat menjadi peluang emas untuk mengenalkan konsep keuangan sejak dini.
Baca Juga: Praktis dan Mudah, Yuk Ajari Si Kecil Serunya Menabung di BRI Junio lewat BRImo
Banyak orang tua yang membiarkan THR anak habis begitu saja. Padahal, jika dikelola dengan baik, anak bisa belajar memahami pentingnya menabung, berbagi, dan mengatur pengeluaran. Berikut lima cara sederhana mengajarkan anak mengelola THR agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak dalam keuangan.
1. Kenalkan Konsep Simpan, Belanjakan, dan Berbagi
Ajarkan anak untuk membagi uang THR mereka ke dalam tiga pos: menyimpan, membelanjakan, dan berbagi. Sebagian bisa dimasukkan ke celengan atau tabungan, sebagian lagi untuk membeli barang yang diinginkan, dan sisanya untuk berbagi kepada yang membutuhkan. Dengan pembagian ini, anak belajar mengelola keuangan secara seimbang.
Baca Juga: THR Digital: Ini Dia Cara Simpel & Cepat Transfer THR via ShopeePay
2. Buat Tabungan Khusus THR Anak
Alih-alih membiarkan uang THR langsung habis, siapkan tabungan khusus. Saat ini, banyak bank menawarkan tabungan anak dengan fitur menarik. Jika anak masih terlalu kecil untuk memiliki rekening sendiri, orang tua bisa membukakannya dan menyimpan THR anak di sana. Agar lebih menyenangkan, buat target menabung, misalnya untuk membeli sepeda atau mainan impian.
3. Ajarkan Konsep Investasi Sejak Dini
Investasi tidak hanya untuk orang dewasa. Anak-anak bisa dikenalkan dengan investasi sederhana seperti emas digital atau reksa dana pasar uang. Orang tua bisa menjelaskan dengan contoh sederhana, seperti perumpamaan menanam biji pohon yang bisa tumbuh dan berbuah lebih banyak di masa depan. Dengan begitu, anak memahami bahwa uang yang disimpan dengan baik bisa berkembang.
Baca Juga: 7 Strategi Efektif Mengelola Uang THR agar Tidak Cepat Habis
4. Latih Anak Mengelola Keinginannya
Anak sering kali ingin langsung menghabiskan uang untuk membeli mainan atau camilan. Orang tua bisa mengajarkan mereka berpikir sebelum membeli. Misalnya, dengan memberi jeda waktu sebelum membeli sesuatu dan menanyakan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Dengan begitu, anak belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
5. Beri Contoh Pengelolaan Keuangan yang Baik
Anak cenderung meniru perilaku orang tua. Oleh karena itu, pastikan mereka melihat contoh yang baik dalam mengatur keuangan. Hindari belanja impulsif di depan anak dan tunjukkan bagaimana mengelola keuangan secara bijak, termasuk dalam perencanaan anggaran keluarga.
Dengan menerapkan cara-cara ini, anak bisa tumbuh menjadi individu yang lebih cerdas dalam mengelola uang. Mengajarkan keuangan sejak dini bukan hanya membentuk kebiasaan menabung, tetapi juga membangun pola pikir finansial yang sehat hingga mereka dewasa. Selamat mencoba dan selamat menikmati momen Lebaran bersama keluarga! (my)
Editor : Aditya Novrian