Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

THR Lebaran Ludes dalam 3 Hari? Ini Cara Bijak Mengelolanya Tanpa Penyesalan

A. Nugroho • Sabtu, 5 April 2025 | 00:00 WIB
Ilustreasi uang THR yang diterima saat lebaran (pch.freepik)
Ilustreasi uang THR yang diterima saat lebaran (pch.freepik)

KEBAHAGIAAN Lebaran sering berubah menjadi mimpi buruk ketika uang THR yang seharusnya cukup untuk sebulan, habis dalam hitungan hari.

Survei terbaru menunjukkan 67% karyawan menyesal telah menghabiskan THR-nya untuk belanja impulsif, mulai dari baju yang hanya dipakai sekali hingga stok makanan berlebihan yang akhirnya terbuang. 

Padahal, dengan pengelolaan yang tepat, uang THR bisa menjadi fondasi stabilitas keuangan pasca-Lebaran.  

Masalah utama terletak pada pola konsumsi yang tidak terkontrol.

 Baca Juga: Satu Perusahaan Dilaporkan karena Tidak Bayar THR

Kebanyakan orang membagi THR menjadi 40% untuk belanja barang sekunder yang seringkali tidak penting, 30% untuk hiburan dan makan di luar, 20% untuk keluarga, dan hanya menyisakan 10% untuk tabungan. 

Padahal, seharusnya THR bisa menjadi penyangga keuangan yang bermanfaat jangka panjang.  

Kunci sukses mengelola THR dimulai dari pembagian anggaran yang ketat segera setelah uang diterima. 

Idealnya, alokasikan 50% untuk kebutuhan pokok seperti zakat, transportasi mudik, dan sembako; 30% untuk keinginan seperti baju baru atau hadiah; dan 20% wajib ditabung atau diinvestasikan. 

Baca Juga: Pemdes Gampingan Bagi THR untuk Ratusan Warga

Waktu pembelian juga perlu diperhatikan - beli kebutuhan pokok seminggu sebelum Lebaran saat harga belum melambung 25% seperti di H-3.  

Teknologi bisa menjadi sekutu penting dalam mengendalikan pengeluaran. 

Gunakan aplikasi pengelola keuangan yang bisa memberi peringatan ketika pengeluaran mendekati batas anggaran. 

Untuk tradisi bagi-bagi, pertimbangkan mengganti uang tunai dengan voucher pendidikan atau paket sembako yang lebih bermakna dan terukur.  

Yang tak kalah penting, alihkan sebagian THR ke instrumen investasi likuid seperti reksadana pasar uang atau emas digital yang mudah dicairkan tetapi tidak mudah tergoda untuk dibelanjakan. 

Pelajaran berharga dari mereka yang sukses mengelola THR adalah kebiasaan menunda pembelian non-esensial selama 48 jam - trik sederhana yang terbukti mengurangi belanja impulsif hingga 60%.  

Baca Juga: Xrista Skin Lab Gelar Buka Puasa Bersama, Beri THR dan Apresiasi untuk Karyawan

Dengan pendekatan disiplin ini, THR tidak lagi sekadar cerita "uang datang, uang pergi", melainkan bisa menjadi batu loncatan menuju kemandirian finansial. 

Karena pada hakikatnya, kebahagiaan sejati terletak pada kebijaksanaan mengelola rezeki, bukan pada banyaknya barang yang mampu dibeli saat euforia lebaran. (sai) 

Editor : A. Nugroho
#mengelola #hari raya #lebaran #habis #penyesalan #THR #idul fitri #tunjangan hari raya #1 syawal