Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tak Mau Kena 'Sindrom Lemak Lebaran'? Begini Cara Menyeimbangkan Pola Makan

A. Nugroho • Senin, 7 April 2025 | 00:00 WIB
Ilustrasi hidangan yang disajikan saat lebaran yang menyebabkan lemak di tubuh tidak bisa dikendalikan. (pch.freepik)
Ilustrasi hidangan yang disajikan saat lebaran yang menyebabkan lemak di tubuh tidak bisa dikendalikan. (pch.freepik)

USAI berpesta opor, rendang, dan ketupat selama Lebaran, banyak orang menghadapi masalah perut begah, badan lesu, dan kolesterol yang melonjak. 

Konsumsi santan berlebihan selama seminggu bisa meningkatkan kadar kolesterol hingga 25%. 

Namun jangan khawatir, dengan strategi tepat, kita bisa menetralisir efek "bom kalori" ini secara alami. 

Kombinasi lemak jenuh dari santan dan karbohidrat tinggi dari ketupat/lontong membebani liver dan memperlambat metabolisme, yang tak hanya menyebabkan kenaikan berat badan tetapi juga risiko asam urat dan gangguan pencernaan.  

Baca Juga: Berburu Menu Lebaran yang Nggak Biasa di Malang

Untuk melakukan detoks alami, mulailah dengan minuman detox jahe-serai di pagi hari. 

Rebus 3 iris jahe dan 1 batang serai dalam 1 liter air, lalu minum dalam keadaan hangat untuk membantu membakar lemak visceral. 

Saat sarapan, gantilah makanan berat dengan smoothie hijau pembasmi lemak yang terbuat dari pisang, kale, chia seed, dan air kelapa. 

Untuk makan siang, salad penyelamat hati yang terdiri dari bayam muda, wortel parut, alpukat, dan biji chia dengan siraman perasan lemon dan minyak zaitun akan memberikan kombinasi serat dan antioksidan yang sempurna untuk detoksifikasi alami.  

Baca Juga: Libur Lebaran, Ini Rekomendasi Wisata Pantai di Malang Selatan

Ahli gizi merekomendasikan pola makan penyeimbang dengan formula 3-2-1 pasca-Lebaran. 

Tiga porsi sayur per hari (utamakan yang mengandung sulfur seperti brokoli atau kubis), dua porsi buah kaya pektin (apel atau pir) untuk mengikat lemak, dan satu porsi protein bersih (ikan, tahu, atau tempe) sebagai pengganti daging. 

Tambahkan dengan "puasa intermiten" 14 jam sehari selama seminggu untuk mereset metabolisme tubuh. 

Dengan pendekatan ini, kita bisa mengembalikan keseimbangan tubuh tanpa harus menyiksa diri, membuktikan bahwa tubuh sehat adalah hadiah terbaik usai hari raya. (sai)

Editor : A. Nugroho
#hari raya #Kesehatan #lebaran #kolestrol dan kesehatan jantung #Diet #pola makan #lemak #idul fitri #1 syawal