OpenAI kembali menghadirkan inovasi lewat ChatGPT dengan meluncurkan fitur memori otomatis yang memungkinkan chatbot mengingat informasi lama yang pernah dibahas oleh pengguna.
Fitur ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman percakapan yang lebih personal dan kontekstual, dengan kemampuan merekam berbagai detail interaksi sebelumnya, seperti minat, hobi, maupun topik yang sering dibicarakan tanpa perlu disimpan secara manual oleh pengguna.
Fitur ini akan tersedia secara eksklusif bagi pengguna layanan berbayar, yakni ChatGPT Plus dan ChatGPT Pro.
Baca Juga: GPT-4 Tidak Lagi Digunakan: OpenAI Siap Luncurkan Model Baru untuk ChatGPT
ChatGPT adalah chatbot berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan oleh OpenAI.
ChatGPT dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari menjawab pertanyaan, membantu menulis teks, hingga membantu dalam pemrograman dan tugas akademik.
Karena dilatih dengan data dalam jumlah besar, ChatGPT mampu memahami konteks, merespons dengan relevan, dan menyesuaikan gaya bahasanya sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Selain itu, ChatGPT kini juga dilengkapi fitur-fitur tambahan seperti mode percakapan suara, kemampuan melihat gambar, hingga fitur terbarunya memori otomatis yang memungkinkan AI mengingat preferensi dan informasi penting yang pernah diberikan.
Singkatnya, ChatGPT adalah asisten virtual cerdas yang bisa menjadi teman ngobrol, partner kerja, atau sumber ide yang siap membantu kapan pun dibutuhkan.
Namun, untuk sementara waktu, fitur memori otomatis tersebut belum bisa diakses di beberapa negara seperti Inggris, Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein.
Baca Juga: M Hotel, Film Buatan AI Pertama Tayang Di Bioskop Maret 2025!
Sebelumnya, sebagian pengguna mungkin sudah familiar dengan opsi pengaturan memori yang dapat diaktifkan untuk memungkinkan ChatGPT merujuk pada informasi yang pernah diberikan.
Kini, kemampuan tersebut ditingkatkan secara signifikan, memungkinkan chatbot membangun pemahaman yang lebih mendalam dan berkelanjutan terhadap preferensi pengguna.
Dengan peningkatan ini, interaksi dengan ChatGPT akan menjadi lebih mulus, personal, dan efisien. Pengguna tidak lagi perlu mengulang informasi yang sama, karena ChatGPT mampu menyimpan dan mengingat konteks secara otomatis, menjadikan setiap percakapan terasa seperti melanjutkan obrolan dengan teman lama.
Fitur ini menjadi langkah maju dalam menghadirkan kecerdasan buatan yang benar-benar memahami dan mendampingi penggunanya secara lebih alami dan berkesinambungan. (nai)
Editor : Aditya Novrian