Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sutradara Ungkap Deleted Scene dan Fakta Menarik dalam Film Jumbo yang Sering Tidak Disadari oleh Penonton

Aditya Novrian • Jumat, 25 April 2025 | 20:55 WIB
Film Animasi Jumbo Karya Ryan Adriandhy Sukses Besar (Visinema Studios)
Film Animasi Jumbo Karya Ryan Adriandhy Sukses Besar (Visinema Studios)

Hati-hati spoiler!

RADAR MALANG - Jumbo (2025) jadi film terlaris Indonesia ke-4 mengalahkan Pengabdi Setan 2: Communion.

Hingga saat ini, animo penonton film animasi karya anak bangsa ini masih tinggi.

Penghitungan terakhir yang didapat dari akun X @jumbofilm_id hari ini (25/4) menunjukkan bahwa sudah ada 6.621.501 orang yang telah menonton aksi Don dan kawan-kawan.

Bahkan tak hanya satu kali, tak sedikit penonton yang menonton lebih dari dua kali di bioskop.

Namun, masih ada detail-detail menarik yang disampaikan oleh sutradara, Ryan Adriandhy, yang mungkin belum disadari oleh penonton.

Baca Juga: Jumbo Masuk Jajaran Elit! Duduki Peringkat 4 Film Terlaris Indonesia Sepanjang Masa

Berbeda dengan Don yang tahu kalau bunga warna kuning adalah bunga matahari, Nurman tidak.

Karena ia tidak sekolah, pengetahuan Nurman jadi terbatas.

Terlihat saat ia menamai bunga matahari sebagai si cantik kuning tengah coklat.

Dalam wawancaranya bersama detik.com, Ryan Adriandhy membenarkan hal tersebut.

“Jadi, alasan kenapa Nurman selalu membawa notebook dan mencatat tumbuhan dan hewan itu karena dia tidak bisa sekolah,” jelasnya.

Dalam film, Don dan kawan-kawan berhasil memenangkan pentas Kampung Seruni.

Hadiahnya sebesar Rp 500 ribu.

Lantas, uang hadiah pentas tersebut dibuat apa?

Dalam cuitannya di X, Ryan Adriandhy menjawab pertanyaan tersebut.

“Dikasih Don ke Atta buat pengobatan kaki Acil. Alhamdulillah,” tulisnya.

Ia juga mengaku bahwa adegan tersebut sengaja dihapus karena telah diwakili adegan lain.

“Menurutku, dialog Oma bilang, ‘Oma senang, kali ini Don memilih peran membantu teman-teman,’ berbarengan dengan visual Bang Acil yang standing ovation tanpa bantuan tongkat, sudah cukup,” paparnya.

Baca Juga: Makin Joss! Film Jumbo Tembus 6,1 Juta Penonton, Dekati Dilan 1990 sebagai Film Terlaris Kelima Indonesia Sepanjang Masa

Salah satu adegan lucu di tengah suasana menegangkan adalah saat Don bilang “Capek” ketika dikejar oleh Pak Kades.

Dilansir dari akun X @jumbofilm_id, ternyata dialog tersebut tidak ada di skrip.

Pengisi suara Don, Prince Poetiray, benar-benar berlari saat rekaman agar hasil suara terengah-engahnya terdengar natural.

Kelelahan, ia pun spontan mengucap “Capek.”

Banyak netizen yang mempertanyakan apa pekerjaan Oma sehingga bisa menghidupi Don jika orang tuanya tiada.

Menurut Ryan, Oma memiliki toko di Kampung Seruni yang laris.

Namun, Oma memang tidak menjaga langsung tokonya karena diambil alih karyawan.

Stand Up Comedian ini juga menyebutkan kalau toko Oma terlihat di adegan Don mengejar bola kasti.

“Kalau pas nonton adegan Don ngejar bola kasti, akan keliatan kok spanduk toko Oma yang mana. Dan, dari spanduknya juga jadi bisa tahu nama Oma siapa,” ujar animator tersebut.

Untuk membalas budi kepada Don yang telah memberi uang hadiah pentas untuk pengobatan Acil, Atta memperbaiki radio milik Pak Kades.

Radio tersebut memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan makhluk alam lain.

Berkat Atta, radio yang sempat rusak setelah menyelamatkan Meri tersebut dapat digunakan kembali.

Sehingga adegan akhir di film bisa terjadi.

Itu dia beberapa fakta menarik serta adegan film Jumbo yang dihapus oleh sutradara.

Adakah yang telah Anda sadari? (rossa)

Editor : Aditya Novrian
#Ryan Adriandhy #animasi #film #jumbo #fakta menarik #terlaris #deleted scene