Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Waspada! Kebiasaan Gen Z Ini Dapat Akibatkan Pembusukan Otak

A. Nugroho • Kamis, 15 Mei 2025 | 22:25 WIB
Ilustrasi otak yang ada dalam kepala manusia (pch.freepik)
Ilustrasi otak yang ada dalam kepala manusia (pch.freepik)

RADAR MALANG - Otak adalah pusat kendali tubuh, mengatur segalanya dari ingatan hingga emosi.

Namun, tanpa disadari, banyak kebiasaan sehari-hari yang dapat merusaknya secara perlahan.

Dari pola makan yang tidak sehat hingga kurang tidur, faktor-faktor ini bisa mempercepat penurunan fungsi otak dan meningkatkan risiko gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Salah satu kebiasaan yang sering dianggap sepele adalah konsumsi gula berlebihan.

Meski gula menjadi sumber energi bagi tubuh, terlalu banyak mengonsumsinya dapat menghambat penyerapan protein dan nutrisi penting yang dibutuhkan otak.

Penelitian menunjukkan bahwa kelebihan gula meningkatkan risiko resistensi insulin dan peradangan kronis yang berkontribusi terhadap penurunan kognitif.

Dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih bisa mempercepat degenerasi sel otak dan memperbesar risiko demensia.

Tak kalah berbahaya, kurang tidur juga berdampak buruk bagi kesehatan otak.

Tidur berperan dalam konsolidasi memori, pemrosesan emosi, serta pembersihan racun dari otak.

Kebiasaan begadang atau kurang tidur secara kronis dapat menyebabkan kerusakan struktural otak yang tidak bisa diperbaiki sepenuhnya.

Bahkan, kurang tidur meningkatkan risiko penyakit Alzheimer karena mengganggu pembuangan plak beta-amiloid yang menumpuk di otak.

Maka dari itu, menjaga pola tidur yang cukup, sekitar 7 hingga 8 jam sehari adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan otak.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik menjadi ancaman serius bagi fungsi otak.

Jarang bergerak atau terlalu sering duduk terbukti berkontribusi terhadap penipisan lobus temporal medial (MTL), bagian otak yang bertanggung jawab atas pembentukan memori.

Studi menunjukkan bahwa orang dewasa yang duduk lebih dari enam jam per hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kognitif.

Berjalan kaki atau bersepeda setidaknya setengah jam sehari bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga otak tetap aktif dan sehat.

Tak hanya itu, kebiasaan mendengarkan musik dengan volume tinggi menggunakan earphone atau headphone dapat menyebabkan kerusakan pendengaran yang akhirnya membebani otak.

Ketika otak harus bekerja lebih keras untuk memproses suara akibat pendengaran yang terganggu, risiko penurunan daya ingat dan gangguan kognitif pun meningkat.

Jika diteruskan dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa berujung pada kerusakan jaringan otak. (sai)

 

Editor : A. Nugroho
#Musik Keras #merusak otak #konsumsi gula #kurang tidur #daya ingat #Turun