Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Musim Maba: Fenomena Udara Semakin Dingin di Kota Malang Saat Pertengahan Tahun

Aditya Novrian • Rabu, 18 Juni 2025 | 22:00 WIB

Foto alun-alun Tugu Kota Malang. (SHUTTERSTOCK/AKHMAD DODY FIRMANSYAH)
Foto alun-alun Tugu Kota Malang. (SHUTTERSTOCK/AKHMAD DODY FIRMANSYAH)

Setiap pertengahan tahun, Kota Malang ramai menyambut kehadiran mahasiswa baru atau yang akrab disebut musim "maba".

Periode ini, yang biasanya berlangsung dari Mei hingga Juli di kampus-kampus identik bukan hanya dengan padatnya aktivitas kampus, tetapi juga dengan cuaca yang terasa lebih dingin dan berangin, terutama saat malam hari.

Fenomena udara dingin ini sebenarnya berkaitan erat dengan kondisi cuaca nasional.

Pada waktu tersebut, sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa, sedang mengalami puncak musim kemarau.

Baca Juga: 5.591 Maba Daftar Ulang di 3 Kampus

Musim kemarau di Indonesia terjadi karena dominasi angin muson timur, yaitu angin yang bertiup dari daratan Australia menuju Asia.

Dikarenakan Australia berada di belahan bumi selatan dan matahari sedang lebih intens menyinari bagian utara bumi, maka tekanan udara di selatan lebih tinggi, mendorong udara dingin dan kering ke arah utara.

Udara yang berasal dari Australia memiliki karakteristik yang berbeda dari udara yang datang di musim hujan.

Di musim kemarau, udara yang datang bersifat kering dan lebih sejuk, sedangkan saat musim hujan, angin muson barat membawa udara yang lebih lembap dan hangat dari wilayah Asia dan Samudera Hindia.

Baca Juga: UM dan UB Terima 7.506 Maba Jalur Prestasi

Kondisi geografis Kota Malang semakin memperkuat efek ini, yang dimana terletak di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaan laut dan diapit oleh pegunungan, kota ini secara alami memiliki suhu yang lebih rendah dibanding daerah pantai.

Ketika angin musim kemarau bertiup, udara yang dibawanya pun semakin menambah rasa dingin, bahkan di siang hari.

Sensasinya mirip dengan berada di puncak gunung, meskipun matahari bersinar terik, namun suhu tetap menusuk tulang karena angin dingin yang terus bertiup. (nai)

Editor : Aditya Novrian
#Maba #dingin #Kota Malang #mahasiswa baru